Negara-negara yang tergabung dalam G-20 sepakat untuk mengurangi utang dan defisit dalam jangka menengah dan panjang. Rencana ini akan dicapai melalui komitmen menumbuhkan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
"Semua negara sudah sepakat menyerap keputusan ini untuk mengurangi utang dan defisit dalam jangka menangah dan panjang. Hal ini sangat memuaskan, dan saya percaya bahwa ini adalah hasil positif dari pertemuan G-20 di Rusia," kata Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, dalam situs resmi pertemuan G-20 Rusia, Saint Petersburg, Jumat (6/9/2013).
Rencana tersebut terbagi menjadi beberapa detil spesifik yang tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran, merangsang investasi dan mencegah volatilitas gara-gara arus dana keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara berkembang ini, kata Siluanov, terkena imbas dari isu dicabutnya program stimulus Amerika Serikat (AS) oleh The Federal Reserve atau lebih dikenal dengan program quantitative easing.
"Kebijakan quantitative easing pasti akan berakhir suatu hari nanti, rencana untuk mengakhirinya pun sudah ada. Sudah jelas bahwa masa-masa nilai mata murah sudah akan berakhir, dan nilai mata uang akan naik. Pertanyaannya adalah kapan dan berapa lama. Ini jenis kebijakan yang tentunya harus dilakukan secara bertahap dan dalam batas yang wajar," ujarnya.
"Mengingat konsolidasi anggaran yang sedang berlangsung, basis pendapatan anggaran harus diperluas. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan perusahaan ketika beroperasi di satu negara, membayar pajak, dan mengambil keuntungan dari negara-negara di mana mereka beroperasi dan memberikan layanan," tambahnya Siluanov
Selama sesi pertemuan itu, para peserta juga membahas regulasi keuangan. Mereka memuji keputusan sebagian besar negara untuk mengadopsi standar Basel III mulai tahun 2014. Mereka juga membahas peran lembaga pemeringkat yang menilai berbagai negara, serta objektivitas penilaian mereka.
Ada juga diskusi singkat mengenai shadow banking dalam sesi tersebut. "Bola liar ini harus diletakkan dalam kerangkeng," katanya.
(ang/dnl)











































