Dulu Diincar, Kini Spanyol Ditinggal

Ketika Spanyol Kehilangan Daya Tarik (1)

Dulu Diincar, Kini Spanyol Ditinggal

- detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 09:00 WIB
Dulu Diincar, Kini Spanyol Ditinggal
Jakarta - Jean-Pierre Monguard Estragues tak mau pulang ke Barcelona, Spanyol. Arsitek kelahiran Barcelona ini mengatakan hidup di Marrakesh, Maroko, jauh lebih enak ketimbang di tanah kelahirannya.

“Tarifnya memang tak sebagus di Barcelona, tapi di sini saya bisa hidup dan mengirimkan uang ke keluarga di Spanyol,” kata Estragues pada pekan lalu.

Estragues merantau ke negeri di utara benua Afrika itu pada dua tahun lalu. Seorang teman mengongkosi pria 40 tahun itu terbang ke negeri itu setelah kehidupan di Barcelona terasa semakin berat. Dia nyaris tak bisa membiayai kebutuhan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pengalaman dan kepintaran lebih dihargai di sini ketimbang di Spanyol,” kata Estragues.

Sebelum mendarat di Maroko, dia terlebih dahulu menjajal peruntungan di Pulau Tenerife, Spanyol. Tapi gagal lantaran klien-kliennya memotong anggaran. Di Maroko, kliennya belasan dan kini dia berpikir untuk mendirikan perusahaan sendiri.

Estragues hanyalah bagian kecil dari arus migrasi orang-orang Spanyol yang terjadi tahun-tahun ini. Terutama setelah krisis ekonomi menghantam negara itu dan angka pengangguran meningkat luar biasa. Padahal, Spanyol sempat melambung sebagai negara dengan lapangan pekerjaan tertinggi di Eropa.

Estragues menggambarkan migrasi besar-besaran itu sebagai katastropi ekonomi, intelektual, dan kultural. Migrasi itu telah membawa keluar generasi paling berpendidikan di Spanyol.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengatakan Spanyol sesungguhnya sedang dalam masa pemulihan dari krisis. Tapi ada warisan krisis yang harus dipecahkan negeri itu: angka pengangguran yang mencapai 26 persen. Artinya, hampir sepertiga angka penggangguran di 17 negara Euro ada di Spanyol.

Institut Statistik Nasional (INE) mendapati bahwa dari 26 persen persentase pengangguran di Spanyol, persentase untuk pemuda berusia 25 tahun ke bawah mencapai 56,14 persen. Adapun angka kepindahan tenaga kerja ke luar negeri mencapai 41 persen.

Pada 2012 hampir 500 ribu orang meninggalkan Spanyol. 60.000 di antaranya adalah orang Spanyol sendiri. Tren ini diperkirakan berlangsung sampai 2020 kalau situasi tak berubah.

Maroko termasuk negara favorit bagi imigran dari Spanyol, setelah negara-negara di Amerika Latin atau negara Eropa lainnya. Angka orang Spanyol yang pergi ke Maroko tahun lalu sudah mencapai 32 persen lebih tinggi dibandingkan 2008.

Meningkatnya arus migrasi ke luar negeri membuat populasi Spanyol pun menurun. Populasi Spanyol turun sebanyak 206 ribu orang, sehingga kini menjadi 47,1 juta, menurut data Institut Statistik Nasional yang dirilis pada pekan lalu. Ini kali pertama terjadinya penurunan populasi Spanyol sejak 1857.

Padahal, sebelum krisis ekonomi 2008, justru orang asing yang berlomba-lomba datang ke Spanyol, khususnya mereka yang berasal dari negara berbahasa Spanyol lain, seperti Ekuador, Kolombia, dan Bolivia.

Kalau pada 2000 angka imigran hanya 924 ribu orang, sepuluh tahun kemudian angkanya sudah menjadi 5,7 juta orang. Kini, krisis membuat angka itu diprediksi kembali menurun tajam. “Spanyol sekarang kurang menarik karena tak ada lapangan pekerjaan,” kata Albert Esteve, seorang pakar kependudukan dari Barcelona Centre for Demographic Studies.


(DES/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads