5 Kota Ini Terjerat Utang Gara-gara Jadi Tuan Rumah Olimpiade

5 Kota Ini Terjerat Utang Gara-gara Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 10:34 WIB
5 Kota Ini Terjerat Utang Gara-gara Jadi Tuan Rumah Olimpiade
Jakarta - Ucapkan selamat kepada Tokyo yang baru saja dipilih menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2020. Sekarang Ibukota Jepang itu dipersilakan untuk mencari utang sebanyak-banyaknya.

Pasalnya, uang yang diperlukan untuk menggelar hajatan internasional ini tidak sedikit. Namun jika dikelola dengan baik, maka utang yang ada bisa dibayar bahkan dengan keuntungan yang tidak sedikit melalui penjualan tiket dan kunjungan wisatawan.

Tapi banyak analis menilai pembiayaan olimpiade tidak semudah itu, bahkan ada beberapa kota yang terjerat utang dalam jumlah besar setelah perhelatan berlangsung. Kota mana saja? Simak hasil penelusuran detikFinance dari CNN, Senin (9/9/2013).

Athena, Yunani

Yunani banyak mengeluarkan uang demi Olimpiade Athena 2004. Kebanyakan dana ini, yang jumlahnya hingga puluhan triliun rupiah, berasal dari utang.

Menurut hasil riset dari Saïd Business School, Oxford, hajatan tersebut over budget hingga 796% aliah hampir delapan kali lipat dari anggaran semula.

Yunani juga sudah terlanjur membangun terlalu banyak hotel baru dengan harapan Olimpiade tersebut bisa menarik lebih banyak wisatawan dalam jangka panjang.

Banyak sekali stadiun-stadiun baru (seperti dalam foto di atas) yang dibangun dan sampai saat ini tak pernah dipakai lagi.

Montreal, Kanada

Walikota Montreal Jean Drapeau, saat masih menjabat, menyatakan penyelenggaran Olimpiade selalu menghasilkan uang yang cukup banyak.

Pendapatnya ini ternyata salah. Akibat salah kelola, acara itu malah menyisakan utang senilai Rp 15 triliun dan baru bisa lunas 30 tahun kemudian. Kota di Kanada itu sudah melunasi utang tersebut pada 2006 lalu.

Warga setempat, yang sudah muak terhadap utang dan olimpiade, mempelesetkan nama Stadiun Olimpiade yang kini jadi lapangan baseball bernama the Big O, jadi the Big O-W-E alias utang besar.

Nagano, Jepang

Panitita penyelenggara Olimpiade Nagano berjanji acara tersebut akan merangsang industri pariwisata kota setempat yang selama ini sudah mulai lesu. Tapi seiring upacara penutupan olimpiade, tak banyak wisatawan yang mau berkunjung kembali.

Selain itu, anggaran yang sudah disiapkan juga melebihi budget 56%. Tuduhan korupsi pun mulai berhembus karena rincian anggaran olimpiade lenyap begitu saja selesai acara.

Lake Placid, New York

Lake Placid jadi tuan tumah olimpiade pada 1980. Saat itu anggaran olimpiade tidak terlalu besar seperti sekarang ini.

Meski anggaranya biasa-biasa saja namun tetap saja terjadi over budget. Kelebihannya diperkirakan hingga 320% dari total anggaran awal. Dana yang dibutuhkan membludak hanya untuk penutupan acara yang meriah.

Penyelenggara menyisakan utang sebanyak Rp 80 miliar setelah acara dan pada akhirnya harus di-bailout oleh pemerintah kota New York untuk membayar para krediturnya.

Albertville, Prancis

Albertville menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1992. Dana yang dibutuhkan membengkak sampai 135% dari anggaran awal. Kelebihan anggaran itu berujung pada defisit Rp 570 miliar setelah acara.

Pemerintah Prancis pun harus turun tangan untuk mengurus utang yang cukup besar tersebut. "Kami memang sedikit menyesal atas hal ini," kata panitia olimpiade tersebut kala itu.

"Kami sudah berusaha untuk menggelar acara sesuai anggaran. Sayang sekali, padahal tidak ada kesalahan fatal yang kami lakukan," imbuhnya.
Halaman 2 dari 6
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads