"Skema ini sama seperti antisipasi saat terjadi krisis tahun 2008," ungkap Menteri Keuangan Chatib Basri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013).
BSA adalah sebuah fasilitas bantuan keuangan jangka pendek dalam bentuk penukaran mata uang asing yang bertujuan untuk memperkuat cadangan devisa negara yang mengalami kesulitan neraca pembayaran jangka pendek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bilateral swap baru dengan Jepang, kan sudah di announce US$12 miliar. Dengan yang lain saya tidak mau sebutin negaranya, yang penting sudah ada pembicaraan internal seperti itu, jadi nanti kalau ada kejutan berkaitan dengan QE, kita punya resque packaged yang bagus ya," jelas Chatib.
Lalu apa dampaknya saat gejolak pasar keuangan dan pelemahan rupiah masih terjadi di dalam negeri?
"Kan gini, suka dibilang, pasar panik dan segala macam. Pengalaman kita 2005-2008 nggak dipakai. Tapi kalau pakai, kalau ada apa-apa (namun masih) ada uang itu orang rasa aman. tapi pengalaman kita 2008 kan lebih parah dari ini. Itu (BSA) kita nggak pakai," jawabnya.
Chatib menuturkan, ketika November tahun 2008 dolar mencapai Rp 12.600. Kemudian pelemahan berlanjut dengan kisaran Rp 11.000/US$ hingga tahun 2009. Artinya ada pelemahan yang cukup panjang terjadi.
"Jadi bisa dilihat pelemahannya ketika itu panjang sekali. Nah dalam kondisi itu, kekhawatiran pasar ada, jadi bilateral swap ketika itu dibutuhkan. tapi nggak dipakai. Jadi mudah-mudahan ini tidak seburuk 2008, jadi walaupun bilateral swapnya ada, disiapin, mudah-mudahan kita nggak gunakan. karena itu second line of defence," pungkasnya.
(mkj/dru)











































