Ini Curhatan Perajin Tahu Tempe Kepada Presiden SBY

Ini Curhatan Perajin Tahu Tempe Kepada Presiden SBY

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 13:58 WIB
Ini Curhatan Perajin Tahu Tempe Kepada Presiden SBY
Jakarta - Perajin tahu tempe mengeluh kepada pemerintah soal harga kedelai yang melambung tinggi beberapa pekan terakhir. Misalnya perajin tahu di Gang Tempe, Sungai Bambu Jakarta Utara mencurahkan pesannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Harga kedelai saat ini mahal, mohon kiranya pak presiden untuk segera menangani masalah ini. Jika tidak, usaha kami para perajin terancam," ungkap Mukrom salah satu perajin saat ditemui di Gang Tempe Sungai Bambu Jakarta Utara, kepada detikFinance, Senin (9/9/2013).

Ia juga meminta kepada pemerintah khususnya Kementerian Pertanian untuk segera mewujudkan program swasembada kedelai di dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini banyak kedelai impor, kita ingin berdayakan juga kedelai lokal. Program swasembada kedelai saya harap bisa direalisasikan," imbuhnya.

Mukrom juga mengharapkan agar Perum Bulog ditugaskan kembali sebagai stabilisator harga kedelai. Tuntutan ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 32/2013 tentang penugasan Perum Bulog untuk pengamanan harga dan penyaluran kedelai.

"Dulu ketika Bulog memegang kendali, harga kedelai murah. Sekarang saat dipegang oleh perusahaan swasta harga malah melonjak. Saya minta pak presiden mendengar keluhan kami," ujarnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads