Ironi Bernama Kompetisi La Liga

Ketika Spanyol Kehilangan Daya Tarik (5)

Ironi Bernama Kompetisi La Liga

Deddy Sinaga - detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 18:03 WIB
Ironi Bernama Kompetisi La Liga
Jakarta - Kepindahan Gareth Bale, pemain tengah Tottenham Hotspur (Inggris) ke Real Madrid (Spanyol), telah mencengangkan dunia. Nilai transfernya yang mencapai 100 juta euro atau sekitar Rp 1,4 triliun, dinilai terlalu berlebihan di tengah krisis ekonomi yang sedang membelit Spanyol, juga sebagian besar klub sepakbola di sana.

Klub sepakbola ternama di Spanyol seperti Madrid dan Barcelona memang masih bisa berbelanja pemain. Barcelona misalnya, mendatangkan striker asal Brasil, Neymar, dengan nilai transfer mencapai 57 juta euro atau lebih dari Rp 833 miliar.
 
Sementara tim lain tidak seberuntung mereka. Mari ambil contoh kasus Malaga. Tim ini sudah tak mampu membayar gaji pemainnya. Badan sepakbola Eropa sampai-sampai melarang Malaga bertarung di kompetisi Eropa pada musim ini.

Terjerat utang besar, Malaga sampai harus melego pelatih dan para pemainnya. Francisco Román Alarcón Suárez alias Isco, 21 tahun, pemain terbaik di sana, dilepas ke Real Madrid senilai 30 juta Euro atau sekitar Rp 438 miliar. Sedangkan pemain-pemain lainnya hengkang ke Prancis, Italia, Portugal, dan Yunani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malaga hanyalah satu contoh. Anda tahu, nilai total utang klub-klub di Spanyol, baik di liga utama maupun kedua, mencapai 4 miliar euro atau sekitar Rp 58,4 triliun lebih. Bunganya sendiri mencapai 120 juta euro atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Tak heran kalau klub-klub ini harus menjual pemain, mengurungkan niat membangun stadion baru, atau melakukan penghematan besar. Total ada 18 klub besar yang terpaksa harus diaudit. Termasuk di dalamnya adalah Deportivo La Coruna dan Real Betis.

Ini pekerjaan rumah berat bagi Javier Tebes, Presiden Liga Sepakbola Spanyol yang baru terpilih tahun ini. Dia pun mengeluarkan perintah: klub harus mengurangi beban utang, membayar ratusan juta pajak yang belum dibayar, dan memeriksa mana saja pemain bintangnya yang dibayar terlalu tinggi.

Hasilnya, Atlético Madrid menjual Radamel Falcao yang sedang cemerlang ke Monaco senilai 60 juta euro atau sekitar Rp 877 miliar. Valencia melepas Roberto Soldado ke Tottenham Hotspur senilai 30 juta euro atau sekitar Rp 438 miliar. Sedangkan Sevilla FC harus kehilangan Jesús Navas dan Álvaro Negredo yang hengkang ke Manchester City dengan nilai total 45 juta euro atau sekitar Rp 658 miliar.

Kalau ditotal, ada 30 pemain La Liga yang meninggalkan Spanyol pada awal musim ini. Ini rekor tapi pertanda baik bagi Tebes. Kerugian tim-tim sepakbola sudah bisa dikurangi secara drastis dan dia optimistis, La Liga akan kembali 'sehat'.
 
Real Madrid dan Barcelona memang termasuk pengecualian. Makanya, permasalahan ekonomi yang dialami klub-klub di bawah mereka, akan membuat sulit menggoyahkan dominasi kedua klub itu di puncak.

Menteri Olahraga Miguel Cardenal mengatakan tak ada pilihan lain. Tapi dia yakin, tiga tahun lagi, klub-klub yang sudah sehat secara ekonomi akan bisa bersaing lagi. “Sekarang mereka harus minum obat dulu, obat yang pahit,” katanya.

Pendapatan yang didapatkan Real Madrid dan Barcelona, kalau digabungkan, adalah 60 persen dari total pendapatan 20 klub di liga primer La Liga. Tak heran kalau kedua klub itu masih bisa melakukan pembelian pemain dengan nilai yang mencengangkan, seperti kasus Bale itu.

(DES/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads