BPPT Siapkan 'Steve Jobs' Muda Ala Indonesia Via Technopreneurship

BPPT Siapkan 'Steve Jobs' Muda Ala Indonesia Via Technopreneurship

- detikFinance
Selasa, 10 Sep 2013 12:34 WIB
BPPT Siapkan Steve Jobs Muda Ala Indonesia Via Technopreneurship
ilustrasi: Steve Jobs
Serpong - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) menyiapkan program menjaring potensi calon Technopreneurship atau pengusaha berbasis teknologi masa depan Indonesia.

BPPT menjaring calon-calon pengusaha muda dari berbagai sumber perguruan tinggi dan lulusan sarjana untuk menjadi 'Steve Jobs' ala Indonesia.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Menristek Bidang Energi dan Materian Maju, Idhwan Suhardi saat pembukaan Technopreneurship Camp di Puspitek Serpong Tangerang, Selasa (10/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Technopreneurship ini sangat penting, bagaimana kita menjadi mencipta juga bisa menjual. Kalau ahli pencipta dan menjual jadi Steve Jobs," ucap Idhwan.

Idhwan yang mewakili Menristek mengaku generasi muda sangat berpotensi menghasilkan ide dan produk kreatif berbasis teknologi. Namun perlu ada wadah dan pengakuan karya.

"Idealnya generasi pemuda, berkreasi menjual berbasis technopreneur. Kita lihat Black Innovation itu kreasi nggak komplek. Tapi di dalam dunia global harus dilindungi. Jadi sangat memungkin melahirkan Steve Jobs ala Indonesia," sebutnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar selaku penyelenggara menjelaskan acara Technopreneurship Camp telah dilangsungkan sebanyak 10 kali. Setidaknya sudah ada 2.000 lulusan yang berpotensi menjadi calon technopreneur masa depan.

"Ini sudah sering dilakukan. Persertanya mungkin 150-200. Ini yang ke-10. Maka sudah 2.000 perserta yang hadir technopreneur camp. 10 persen yang jadi entrepreneur itu sudah bagus dan besar. Kita sudah katakan pengusaha yang basis teknologi dan produksi barang menggunakan teknologi sudah tumbuh dan berkembang di Indonesia," sebutnya.

Technopreneurship Camp diselenggarakan pada 10-12 September 2013 di Puspitek Serpong. Kegiatan ini menjaring calon pengusaha pemula berbasis teknologi dari kalangan mahasiswa, pemuda dan masyarakat binis berusia kurang dari 35 tahun.

Nantinya selama 3 hari peserta yang mencapai 100 orang memperoleh pelatihan bisnis dan teknologi, praktek menyusun rencana bisnis dan mentoring, kemudian paparan proposal rencana bisnis.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads