BPPT menjaring calon-calon pengusaha muda dari berbagai sumber perguruan tinggi dan lulusan sarjana untuk menjadi 'Steve Jobs' ala Indonesia.
Hal ini disampaikan Staf Ahli Menristek Bidang Energi dan Materian Maju, Idhwan Suhardi saat pembukaan Technopreneurship Camp di Puspitek Serpong Tangerang, Selasa (10/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idhwan yang mewakili Menristek mengaku generasi muda sangat berpotensi menghasilkan ide dan produk kreatif berbasis teknologi. Namun perlu ada wadah dan pengakuan karya.
"Idealnya generasi pemuda, berkreasi menjual berbasis technopreneur. Kita lihat Black Innovation itu kreasi nggak komplek. Tapi di dalam dunia global harus dilindungi. Jadi sangat memungkin melahirkan Steve Jobs ala Indonesia," sebutnya.
Pada kesempatan itu, Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar selaku penyelenggara menjelaskan acara Technopreneurship Camp telah dilangsungkan sebanyak 10 kali. Setidaknya sudah ada 2.000 lulusan yang berpotensi menjadi calon technopreneur masa depan.
"Ini sudah sering dilakukan. Persertanya mungkin 150-200. Ini yang ke-10. Maka sudah 2.000 perserta yang hadir technopreneur camp. 10 persen yang jadi entrepreneur itu sudah bagus dan besar. Kita sudah katakan pengusaha yang basis teknologi dan produksi barang menggunakan teknologi sudah tumbuh dan berkembang di Indonesia," sebutnya.
Technopreneurship Camp diselenggarakan pada 10-12 September 2013 di Puspitek Serpong. Kegiatan ini menjaring calon pengusaha pemula berbasis teknologi dari kalangan mahasiswa, pemuda dan masyarakat binis berusia kurang dari 35 tahun.
Nantinya selama 3 hari peserta yang mencapai 100 orang memperoleh pelatihan bisnis dan teknologi, praktek menyusun rencana bisnis dan mentoring, kemudian paparan proposal rencana bisnis.
(/)










































