Kepala BPPT Marzan A. Iskan menjelaskan hingga saat ini, Indonesia belum memiliki taman teknologi berkonsep Techno Park.
"Indonesia belum punya Techno Park. Ada di Solo tapi belum lakukan aktivitas Techno. Itu pusat ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, produk bisa dilaksanakan," ucap Marzan di sela acara Technopreneurship Camp di Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (10/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau besar 460 hektar (Puspitek). Bidangnya banyak sekali. Science yang lengkap besar. Yang pasti triliunan. Kita bisa hitung revenue," sebutnya.
Nantinya Techno Park akan dikelola dengan konsep profesional. Keluaran dari Techno Park ini seperti produk hasil riset siap produksi hingga Technopreneurship.
"Harus dikelola prinsip bisnis. Keluaran berapa jumlah paten, haki, berapa pebisnis baru yang lahir bagaimana omzet dan revenue-nya. Itu prinsipnya," tegasnya.
BPPT menggelar Technopreneurship Camp diselenggarakan pada 10-12 September 2013 di Puspitek Serpong. Kegiatan ini menjaring calon pengusaha pemula berbasis teknologi dari kalangan mahasiswa, pemuda dan masyarakat binis berusia kurang dari 35 tahun.
Nantinya selama 3 hari peserta yang mencapai 100 orang memperoleh pelatihan bisnis dan teknologi, praktek menyusun rencana bisnis dan mentoring, kemudian paparan proposal rencana bisnis.
(/)










































