Harga Gula Pasir Naik di Yogya
Rabu, 03 Nov 2004 15:48 WIB
Yogyakarta - Menjelang hari raya lebaran harga-harga sembako perlahan-lahan mengalami kenaikan. Demikian pula dengan harga gula pasir, lokal maupun impor, di Yogyakarta.Namun demikian harga sejumlah berbagai jenis barang kebutuhan pokok lainnya,seperti telur, minyak goreng, cabe, bawang merah, bawang putih normal. Isu antraks menyebabkan harga daging sapi juga relatif stabil, sejak awal puasa hingga saat ini. Kenaikan malah terjadi pada harga daging ayam potong."Sejak seminggu harga gula pasir mulai naik sebesar Rp 100- Rp 200 per kg," kata Ida Farida, Kasubdin Perdagangan Dinas Perekonomian Kota Yogyakarta kepada wartawan, usai melakukan inspeksi di Pasar Beringharjo, Rabu (3/11/2004).Menurut Ida harga gula pasir lokal di tingkat pedagang eceran berkisar antaraRp 4.150 - Rp 4.200 per kg. Sedangkan harga gula pasir impor dari Thailand mencapai Rp 4.500 per kg.Namun di tingkat agen, kata Ida, harga gula pasir lokal produksi PTP XII dariPurwodadi Kediri maupun Madukismo Yogyakarta, sekitar Rp 200 ribu per karung isi 50 kg atau Rp 4 ribu per kg. Sedangkan adalah gula pasir impor mencapai Rp 4.400/kg.Ida menilai, kenaikan harga gula pasir ini masih wajar. Demikian pula soal stok barang, menurut Ida, tidak ada masalah. "Semua harga sembako stabil danstok sembako baik beras, gula pasir, minyak goreng dan lain-lain mencukupisehingga pemerintah kota Yogya tidak perlu melakukan operasi pasar," katanya.Ny Sumaryati, pedagang sembako di los pasar Beringahrjo lantai II mengatakan selama bulan puasa ini permintaan gula pasir dan minyak goreng meningkat tajam. Untuk gula pasir, setiap hari terjual hingga 60 kg, dibandingkan hari biasa yang hanya 45 kg. Sedangkan minyak goreng terjual sekitar 20-25 liter per hari.Sumaryati menambahkan, kenaikan harga gula pasir sejak awal puasa hingga hariini sebesar Rp 400 per kg. Bila di awal puasa harga gula pasir lokal di tingkat pengecer sekitar Rp 3.800 per kg, sekarang naik menjadi Rp 4.200 per kg.Ny Sumodiharjo, pedagang minyak goreng di Pasar Beringharjo mengatakan, minyak ngoreng jenis curah paling banyak diminati. Pasalnya harga minyak ini jauh lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan."Minyak goreng curah hanya Rp 5.700 per liter, sedangkan jenis Barco mencapai Rp 8.500 per liter dan jenis Delfico mencapai Rp 7.000 per liter," katanya.
(djo/)











































