Ide Dahlan Iskan Beli 1 Juta Hektar Lahan Peternakan di Australia

Ide Dahlan Iskan Beli 1 Juta Hektar Lahan Peternakan di Australia

Tya Eka Yulianti - detikFinance
Rabu, 11 Sep 2013 12:40 WIB
Ide Dahlan Iskan Beli 1 Juta Hektar Lahan Peternakan di Australia
Foto: Dahlan Iskan (dok.detikFinance)
Bandung - Untuk mengatasi kelangkaan pasokan daging sapi di dalam negeri, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, BUMN harus membeli perusahaan peternakan dengan luas lahan minimal 1 juta hektar di Australia.

Dahlan mengatakan, peternakan ini hanya khusus untuk melahirkan sapi saja, nanti penggemukannya akan dilakukan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Dahlan saat memberikan pidato usai menerima penghargaan 'Anugerah Padjadjaran Utama' dari Rektor Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia dalam acara puncak rangkaian Dies Natalis Universitas Padjadjaran ke-56 di Graha Sanusi, Kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur, Rabu (11/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Dahlan menyatakan, dirinya meminta masukan para ahli-ahli peternakan di Unpad untuk mengatasi persoalan peternakan di bidang daging.

"Semalam saya rapat kabinet sampai jauh malam untuk membicarakan itu. Dan BUMN ambil kesimpulan, bahwa untuk mengatasi masalah ternak, akhirnya kita harus membeli perusahaan dengan 1 juta hektar lahan pertanian di Australia hanya untuk khusus melahirkan sapi.

"Anak sapi itu kemudian segera dibawa ke Indonesia untuk digemukan oleh para peternak," ujar Dahlan.

Lewat cara ini, Dahlan berharap kondisi kelangkaan sapi di Indonesia bisa diselesaikan. Ujungnya, harga daging sapi bisa ditekan dan tidak mahal lagi.

"Karena setelah didiskusikan dengan ahli, mereka mengatakan bahwa untuk melahirkan sapi di Indonesia itu biayanya 5 kali lipat di Australia. Sementara untuk menggemukan di Indonesia itu 3 kali lebih murah. Kalau salah tolong koreksi ini," tuturnya.

Dahlan menjelaskan, pengembangbiakan sapi di Indonesia pernah dicoba dilakukan di Sumba dan Sulsel, namun ternyata tak sukses.

"Sapi dibiarkan di lahan luas di Australia masih bisa tetap 1 gen terpelihara di sana. Sementara di Indonesia terjadi penurunan gen kualitas sapi karena dibiarkan liar sehingga terjadi inses. Perkawinan dengan ibunya dan lain-lainnya. Keturunan jadi jelek sementara di Australia tidak begitu. Karena setelah lahir, jantan langsung dikebiri. Sementara di kita, itu tidak bisa dilakukan karena masih ada paham yang tidak boleh mengebiri," tuturnya.

Dahlan pun meminta masukan termasuk penelitian soal enzim untuk menggemukkan sapi yang dikembangkan oleh Unpad. "Yang belinya itu BUMN. Jadi nanti itu impor, tapi milik kita sendiri," tambah Dahlan usai acara.

(tya/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads