Jumlah tersebut mengalami lonjakan bila dibandingkan tahun 2012 sebesar 20%. Sedangkan kebutuhan secara keseluruhan sapi kurban di Jabodetabek tahun 2013 diperkirakan mencapai 8.400 ekor.
"Catatan APDI tahun 2012 lalu jumlah sapi hidup yang dijual saat Idul Adha di Jakarta saja adalah 3.000 ekor. Untuk tahun ini ada kenaikan kebutuhan hingga 20%," ungkap Ketua Umum APDI Asnawi kepada detikFinance, Kamis (12/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asnawi menyebut untuk kebutuhan sapi kurban di Jakarta tidak mengalami kesulitan. Pasalnya beberapa daerah sentra produksi dan penggemukan sapi siap memasok sapi hidup ke Jakarta.
"Ada Lampung, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Secara umum yang paling banyak memasok itu Jawa Timur," imbuhnya.
Untuk harga sapi sendiri di tahun ini ada dipastikan terjadi kenaikan. Hal ini karena harga baku standarisasi sapi dan kenaikan harga bahan bakar yang menjadi pemicu harga sapi kurban melonjak.
"Tahun 2012 lalu harga timbang hidup hanya Rp 37.000-40.000/kg saat ini antara Rp 40.000-45.000/kg bahkan bisa mencuat hingga Rp 52.000/kg. Biasanya 1 ekor sapi beratnya rata-rata mencapai 250 kg. Pemicunya karena standarisasi harga yang sudah ditetapkan dan kenaikan ongkos distribusi dari tempat produksi ke Jakarta," ujarnya.
(wij/ang)











































