Eks pemain klub Aston Villa ini larut dalam kehidupan glamor, seperti kebanyakan bintang di Liga Primer Inggris. Lambat laun duitnya habis dan pengadilan secara resmi menyatakan dirinya bangkrut pada awal 2012. Karirnya pun tak membaik.
Terakhir pria yang kini berusia 38 tahun itu bermain untuk klub Tamworth, yang bertanding di liga kasta kelima di Inggris. Dia bahkan pernah mampir di Indonesia sebagai salah satu bintang Bandung FC yang bertarung di Liga Primer Indonesia.
Robbie Savage, mantan pemain Blackburn Rovers, mengatakan setidaknya saat ini ada 20 pesepak bola papan atas yang terancam bangkut akibat gagal berinvestasi pada masa keemasan. “Sejak muda, pemain semestinya sudah mulai diarahkan untuk menyiapkan hidup setelah karir di sepakbola,” katanya seperti dilansir The Mirror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa pekerjaan tetap, hobi tersebut membuat Sansom bangkrut. Dia terpaksa menumpang di rumah kakak perempuannya, sebelum kemudian menggelandang di taman.
“Saya tidak punya uang, dan saya pemabuk. Saya juga seorang penjudi. Saya hidup di jalanan, ternyata tidak terlalu enak tidur di bangku,” kata Sansom seperti dikutip The Mirror.
Nasib Hendrie dan Sansom bak langit dan bumi dengan banyak pemain di liga-liga elit dunia hari-hari ini. Mereka digaji super mahal. Belum lagi pendapatan dari iklan dan aktivitas ekonomi lainnya.
Ambil contoh Lionel Messi, penyerang mungil FC Barcelona (Spanyol) yang merupakan pemain terbaik dunia selama empat tahun terakhir. Pesepakbola kelahiran Rosario (Argentina) ini mendapat gaji setara US$ 21,2 juta atau sekitar Rp 244 miliar per tahun.
Artinya, per pekan Messi menerima gaji Rp 4,7 miliar. Sehari, upah La Pulga adalah Rp 670 juta. Jika dibagi lagi, bayaran Messi setiap satu jam mendekati Rp 28 juta, dan Rp 465,5 ribu per menit. Satu tarikan nafas Messi, atau satu detik, berharga hampir Rp 8 ribu.
Sepak bola di negara maju memang sudah lebih dari sekadar olahraga. Sepak bola adalah bisnis. Gaya hidup pemainnya tak kalah mentereng dengan pesohor dari kalangan film atau musik. Tapi ada bahaya besar yang mengintip orang-orang muda itu.
Karir pesepak bola biasanya hanya sampai berusia 40 tahunan. Setelah itu, kalau tak punya rencana lain, atau tak terbiasa menabung pada masa keemasan, mereka bisa menyusul Hendrie dan Sansom.
Seglamor apakah kehidupan para bintang lapangan rumput itu? Ikuti kupasan detikFinance dalam laporan khusus hari ini.
(DES/dru)











































