Tidak cairnya dana PMN tersebut membuat pembangunan proyek tol Trans Sumatera yang harusnya mulai dibangun bulan ini menjadi tertunda.
"Iya, oleh sebab itu dibahaslah. Dahlan Iskan harus rajin membahas dengan Komisi VI. Karena kenapa Komisi VI merasa kalau ini belum dibahas saya tidak tahu, padahal ini sudah Rp 5 triliun," ungkap Hatta di kantornya, Jakarta, Jumat (13/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini tidak disetujui DPR berarti tidak bisa dijalankan. Ini yang sayang menurut saya dana sudah ada kita bisa memulai tahun ini," sebutnya.
Pada kesempatan itu, Hatta menyampaikan cara yang terbaik untuk melanjutkan proyek jalan tol adalah, Dahlan Iskan harus segera menyelesaikan dengan Komisi VI DPR.
"Saya sudah tetapkan ruas mulai dari Lampung, ada di Palembang, Dumai ini bisa dimulai sebetulnya. Sekarang marilah aktif diKkomisi VI, apa masalahnya kan Menko Perekonomian tidak bisa melakukan rapat bersama komisi," kata Hatta.
Rencananya setelah Rp 2 triliun tahun ini, tahun depan ada lagi anggaran Rp 5,1 triliun dalam bentuk PMN kepada Hutama Karya untuk pembangunan proyek tol ini. Namun dana ini tetap memerlukan persetujuan Komisi VI DPR.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan UMum (PU) Djoko Kirmanto pernah mengatakan, empat ruas tol di Sumatera rencananya akan mulai dikerjakan akhir September 2013 ini adalah:
- Tol Medan-Binjai 16,8 km dengan investasi Rp 2 triliun
- Tol Pekanbaru-Dumai 135 km dengan investasi Rp 14,7 triliun
- Tol Palembang-Indralaya 22 km dengan investasi Rp 1 triliun
- Tol Bakauheni-Terbanggi Besar 150 km dengan investasi Rp 13,8 triliun
(mkj/dnl)










































