Dahlan mengatakan, permintaan ini diontarkan agar pesawat-pesawat yang terbang di daerah tidak menumpuk di bandara-bandara besar saat jam sibuk.
"Buka sampai malam. Cengkareng (Sokearno-Hatta) pada jam 5 sore sampai 7 malam kan padatnya luar biasa, kenapa? Karena pesawat teakhir daerah pada jam 5 dan 6 sore. Kalau bisa pesawat terakhir itu dimalamkan sedikit bisa masuk lebih malem," ucap Dahlan saat acara HUT PT Merpati Nusantara Airlines ke-51 di kantor pusat Merpati, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (14/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, perlu ada kajian dan masa transisi untuk membuka seluruh bandara hingga larut malam. Dahlan yakin, bila ini dilakukan, masakapai-maskapai akan diuntungkan.
"Pesawat dari daerah berangkat bersamaan. Mendaratnya kan nggak bisa bersamaan sehingga harus berputar-putar di atas. Banyak yang harus diatur. Plot dari daerah diatur. Maskapai juga senang daripada habiskan bahan bakar," jelasnya.
Solusi ini diakui Dahlan bisa berjalan dengan mulus, bila ada pembicaraan yang intens antara pihak maskapai, pengelola bandara, hingga regulator.
"Itu kan nanti dibicarakan dan diperebutkan (penerbangan malam). Itu kan untuk kepentingan bersama kan daripada semua stuck," tegasnya.
(hen/dnl)











































