ADVERTISEMENT

Chatib Basri Sebut Segala Kebijakan Pemerintah Demi Investor Semata

- detikFinance
Minggu, 15 Sep 2013 14:56 WIB
Jakarta - Kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia yang tengah memburuk ternyata disesuaikan dengan permintaan investor asing. Ini merupakan isu utama yang harus ditangani pemerintah.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan investor sangat memperhatikan bagaimana langkah pemerintah dalam menangani defisit transaksi berjalan (current account defisit). Sehingga ini mesti diutamakan.

"Jadi isu utama, tetap diperhatikan. tadi kan saya bilang kita harus hadapi arus modal ke luar. ini kan concern investor. Jadi kita harus address isu yang dihadapi investor," ujar Chatib seperti dikutip detikfinance, Minggu (15/9/2013).

Menurutnya, percuma jika kebijakan menjadi tidak penting bagi investor. Misalnya seperti pengelolaan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang sama sekali tidak berpengaruh bagi investor.

"Kalau anda address isu yang menurut anda penting, investor nggak lihat, nggak ada dampaknya. Misalnya saya bicara mengenai perbaikan BLSM, itu penting buat kita, tapi investor nggak peduli tentang itu, apa pun yang anda lakukan adalan tidak berpengaruh pada instabilitas nilai tukar. Kita harus address yang menurut mereka isu utama," jelasnya.

Selain itu dalam persoalan pajak. Ini pun menjadi agak dikesampingkan melihat juga tidak penting bagi investor. Chatib mengaku hal tersebut tidak adil, namun tetap harus dilakukan.

"Permasalahannya yang kita hadapi arus modal ke luar. Dia (investor) nggak khawatir soal sisi fiskal, nggak pernah ada pertanyaan mengenai fiskal. pertanyaannya selalu Current Account Defisitnya berapa, inflasi berapa, menurun nggak akhir tahun. Urusan pajak biar urusan internal saya sama orang pajak. unfortunately, pasar kadang-kadang nggak fair soal itu," papar Chatib

(mkl/dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT