Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Bustami mengatakan, kemacetan di jalur proyek ini tidak bisa dihindari. Tahap awal di Oktober 2013, proyek yang akan dibangun adalah jalur Bundaran HI hingga Jalan Sisingamangaraja kawasan Blok M, yang merupakan jalur bawah tanah. Sedangkan sisanya hingga Lebak Bulus dibangun melayang (elevated).
"Ada di beberapa titik traffic-nya memang harus dialihkan. Ketika mau membuka stasiunnya mau nggak mau. Kemacetan pasti nggak bisa dihindari. Mohon maaf kepada seluruh warga Jakarta. Ini kan sifatnya sementara. Macet selama kontraktor mau nggak mau. Tapi kami sesuai masukan dari masyarakat dan anggota dewan, kami akan terus berusaha mengontrol kemacetan," tutur Dono usai rapat dengan DPRD DKI Jakarta, di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (16/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur MRT 16 km dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus ini akan dilengkapi dengan 13 stasiun.
Berikut ini lokasi stasiun-stasiun MRT yang akan dibangun oleh PT MRT Jakarta selaku pelaksana proyek:
1. MRT Koridor Utara-Selatan Tahap I
Berdasarkan data dari situs resmi PT MRT Jakarta (jakartamrt.com) setidaknya ada 21 stasiun MRT yang akan dibangun untuk koridor utara-selatan dari Lebak Bulus hingga Kampung Bandan (Ancol).
Sebanyak 21 stasiun tersebut akan dibagi dua tahap proses pengerjaanya, yaitu Tahap I dari Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,7 km terdiri dari 13 stasiun, targetnya akhir 2017 selesai. Tahap II dari Bundaran HI-Kampung Bandan (Ancol) sepanjang 8,3 Km terdiri dari 8 stasiun.
Proyek tahap I sepanjang 15,2 Km ini terdiri dari konstruksi layang (elevated), sepanjang 9,2 Km mencakup stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok M, dan Sisingamangaraja. Masih bagian tahap I, sebanyak 6 stasiun di bawah tanah (terowongan) sepanjang 5,9 Km mencakup stasiun Bundaran Senayan, Istora, Bandungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
2. MRT Koridor Utara-Selatan Tahap II
Konstruksi MRT Jakarta Tahap II dari Bundaran HI-Kampung Bandan (Ancol) sepanjang 8,3 Km terdiri dari 8 stasiun bawah tanah. Pengerjaannya mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi paling lambat 2020.
Stasiun-stasiun itu antara lain Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota dan Kampung Bandan
3. MRT Koridor Barat-Timur Tahap I
Sedangkan untuk koridor Barat-Timur dari Bekasi ke Balaraja saat ini masih studi kelayakan (feasible) alias belum dipastikan proyeknya. Rencananya akan dibangun dari Cikarang hingga Balaraja, koridor ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap I dan II ditargetkan dapat beroperasi paling lambat pada 2027.
Khusus untuk tahap I terdiri dari 21 stasiun mencakup dari Ujung Menteng (Cakung, Jakarta Timur) hingga ke wilayah Kembangan (Jakarta Barat). Stasiun di tahap I ini antara lain Stasiun Ujung Menteng, Pulo Gebang, Cakung Barat, Penggilingan, Pulogadung,Perintis, Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading Barat, Sumur Batu, Cempaka Baru, Galur, Senen, Kwitang, Kebon Sirih (bertemu stasiun Sarinah), Cideng, Petojo, Roxy, Grogol, Pesing, Kembangan I, Kembangan II.
Tahap I koridor Barat Timur terdiri dari beberapa jalur layang dan bawah tanah. Rencananya jalur layang akan dibuat dari Ujung Menteng ke Senen, selanjutnya dari Senen ke Roxy akan dibuat melalui stasiun bawah tanah, sedangkan dari Roxy hingga Kembangan II akan dibuat Melayang (elevated).
Koridor Barat-Timur untuk tahap II di sisi timur Jakarta akan dibangun dari Ujung Menteng (Cakung) hingga Cikarang, belum ditentukan stasiun-stasiunnya. Selain itu akan dibangun stasiun lanjutan di sisi barat Jakarta, yaitu dari wilayah Kembangan ke wilayah Balaraja (Tangerang), juga belum ditentukan stasiun-stasiunnya.
(dnl/hen)










































