Direktur Utama ASDP Danang Baskoro menjelaskan untuk bahan bakar minyak (BBM) armada ASDP yang mencapai 127 kapal sebagian besar masih memakai BBM subsidi.
"Pendapatan turun 25% karena karena kenaikkan BBM. Total cost 48% dari BBM. Kan ada kenaikkan dari Rp 4.500 ke Rp 5.500. Itu menggerus laba dan nggak ada solusinya," ucap Danang saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (17/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai memasang konverter BBG di kapal milik ASDP bukan solusi untuk mengurangi beban BBM. Harga konverter terbilang sangat mahal. "Kalau pakai konverter mobil saja mahal apalagi kapal," terangnya.
Hingga akhir tahun ini, ASDP memproyeksikan meraup pendapatan Rp 2 triliun. Sedangkan realisasi pendapatan tahun 2012 senilai Rp 1,8 triliun.
(hen/hen)











































