Pejabat Kementan dan Kemendag Silang Pendapat Soal Izin Impor Sapi

Pejabat Kementan dan Kemendag Silang Pendapat Soal Izin Impor Sapi

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 18 Sep 2013 16:11 WIB
Pejabat Kementan dan Kemendag Silang Pendapat Soal Izin Impor Sapi
Jakarta - Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) tidak mau disalahkan terkait tingginya harga daging sapi. Sementara itu, pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) menganggap pemicunya karena keterbatasan pasokan sapi hidup ke rumah pemotongan hewan.

Hal ini karena, izin atau rekomendasi dari Kementan untuk mempercepat kedatangan 46.000 ekor sapi bakalan (sapi belum siap potong) belum dikeluarkan. Sehingga Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kemendag otomatis tidak bisa dikeluarkan.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syukur Iwantoro menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan izin rekomendasi kesehatan untuk mempercepat kedatangan 46.000 ekor sapi bakalan sejak November 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi saat ini, Kementan hanya mengeluarkan rekomendasi kesehatan hewan. Kalau sehat, maka Kementerian Perdagangan mengeluarkan izinnya. Sudah dikeluarkan sejak tahun yang lalu. Kan itu untuk alokasi 2013, izinnya sudah keluar sejak November 2012 kemarin. Kalau kita tidak ada masalah," ungkap Syukur saat ditemui di Botani Square Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/9/2013).

Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan beberapa waktu lalu mengungkapkan rekomendasi izin untuk mempercepat kedatangan 46.000 ekor sapi bakalan tertahan di Kementan.

Gita mendesak Kementan segera mengeluarkan rekomendasi percepatan impor kedatangan sapi bakalan dari kuartal IV ke III/2013. Cara ini harus segera dilakukan agar surat persetujuan impor (SPI) sapi bakalan keluar dan para importir segera merealisasikan.

"Percepatan sapi bakalan kuartal IV-2013 sebanyak 46.000 ekor sapi bakalan? Itu belum dituntaskan oleh Kementan. Jadi tolong ke Ragunan (Kantor Kementan) jangan nyalahin kita aja," tandas Gita beberapa waktu lalu.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads