Pasca Konflik Berkepanjangan, Ekonomi Ambon Kini Mulai Berbenah

Pasca Konflik Berkepanjangan, Ekonomi Ambon Kini Mulai Berbenah

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 27 Sep 2013 08:35 WIB
Pasca Konflik Berkepanjangan, Ekonomi Ambon Kini Mulai Berbenah
Ambon - Pasca konflik horisontal sejak 1999 hingga 2005, aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur di Ambon Maluku mulai bergairah. Mal dan hotel mewah mulai berdiri sejak 2 tahun silam.

Dari pengamatan detikFinance, bahkan ada pembangunan jembatan merah putih yang memotong alur teluk ambon tujuan kota Ambon ke Bandara Pattimura sehingga kendaraan tidak perlu memotong menggunakan kapal Ferry atau mengikuti jalan meningkar. Meskipun saat menyusuri jalanan di pinggir teluk Ambon, markas TNI/Polri masih berjejer dalam jarak tidak terlalu jauh.

Rektor Universitas Pattimura Pentury menjelaskan daya beli masyarakat Ambon terbilang tinggi dan konsumtif. Bahkan pertumbuhan ekonomi daerah pasca konflik lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasca konflik pertumbuhan ekonomi kita tuh malah di atas nasional 6,2%. Tapi sebetulnya pertumbuhan ekonomi tidak riil. Beberapa komponen yang dorong pertumbuhan ekonomi itu sektor rumah tangga," ucap Pentury kepada detikFinance di Ambon, Kamis (26/9/2013).

Menurutnya masih banyak potensi sumber daya di Ambon dan sekitarnya yang bisa memiliki nilai jual. Namun potensi ini terkendala kepercayaan investor kepada keamanan.

"Kita punya sumber daya mineral perikanan, laut yang luas tapi nggak bisa dapet hasil itu karena regulasi yang batasi. Investasi sebagian besar lari itu menyebabkan investor lari. Saya harapkan ada dukungan pemerintah pusat untuk masuk," jelasnya.

Selain potensi ekonomi, detikFinance juga melihat geliat ekonomi pada pelabuhan penumpang, peti kemas dan kargo di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Melihat pertumbuhan aktivitas pelabuhan, operator pelabuhan PT Pelindo IV pun sedang dan terus melakukan pengembangan.

GM Pelindo IV Cabang Ambon, Aris Trundru menjelaskan kapasitas pelabuhan bakal ditingkatkan. Pasca pengembangan yang tuntas di 2014, daya tampung pelabuhan peti kemas bisa meningkat 25%.

"Pertama kita kembangkan melalui reklamasi di samping pelabuhan, pasar lama digusur sudah sepakat dengan Pemkot. Reklamasi untuk tahap awal berjalan. Kita jadikan pelabuhan peti kemas mengarah ke peti kemas. Investasi CC sebanyak 1 unit, TT sebanyak 2 unit, tronton 4 unit. Untuk tahun depan sudah clear. Arus peti kemas saat ini 70.000 box per tahun. Akan meningkat 20-25%," jelasnya.

Salah satu warga Ambon dan juga bertugas menemani rombongan, Opan mengatakan warga Ambon dan sekitarnya menyadari pentingnya persatuan dan toleransi. Sehingga dengan kondisi konflik saat itu, perekonomian kota sangat terganggu bahkan lumpuh.

"Sudah rasa. Mereka menyesali. Karena harta dirugikan. Mulai pulih 2007," sebutnya.

(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads