Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, kerjasama ini dilakukan PT Telkom melalui PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) membangun e-ticketing system yang digunakan oleh PT KAI dan diimplementasikan di kantor PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KJC).
"Agar keseluruhan sistem dan perangkat dapat dimonitor secara tersentralisasi, Telkomsigma membangun EMC dan siap beroperasi pada tanggal 30 Zeptember 2013 bertepatan dengan peringatan HUT PT KAI Commuter Jabodetabek ke-5," kata Jonan dalam acara Peresmian E-Ticketing Monitoring Center (EMC) dan Ulang Tahun ke-5 PT KCJ, di Stasiun Juandan Jakarta, Senin (30/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem e-ticketing sendiri telah dimulai sejak awal tahun 2013 dan mulai dioperasikan tiket single dan multi trip dengan tarif progresif pada tanggal 1 Juli 2013. Ini dilakukan untuk meningkatkan layanan kepada sekitar 550.000 pengguna jasa KRL saat ini di wilayah Jabodetabek.
"Ini untuk meminimalir antrean pada loket dan monitoring secara tersentralisasi," ujarnya.
Jonan menambahkan, peningkatan pelayanan pada KRL di Jabodetabek akan terus dilakukan baik dari sisi sarana dan prasarana. KAI juga menargetkan bisa mengangkut 1,2 juta penumpang per hari pada tahun 2019.
PT KJC telah menjalankan program pengadaan KRL secara rutin sejak tahun 2008 melalui pengadaan sejumlah 308 unit armada KRL sampai dengan tahun 2013. Untuk tahun 2013, PT KJC akan mendatangkan sekitar 180 unit KRL sebagai program pengadaan tahun ini, KRL tersebut akan tiba secara bertahap mulai awal Oktober 2013.
(drk/ang)










































