Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan menyebutkan kini penumpang KRL baru mencapai 600.000/hari. Targetnya hingga akhir tahun ini penumpang bisa bertambah hingga 650.000/hari.
"Sekarang penumpang kita itu 600.000. Kita akan kedatangan kereta 180 unit sampai Maret 2014. Setelah ini akan ada penambahan kereta sampai akhir tahun harapannya bisa sampai 650.000 per hari," kata Jonan saat ditemui di Stasiun Juanda, Jakarta, Senin (30/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah ada jadwalnya saya kira tahun ini separuh ya," katanya.
Selain itu, KAI juga menggandeng PT Telkom dalam meningkatkan pelayanan publik dengan membangun E-Ticketing Monitoring Center (EMC). Menurut Jonan, pembangunan ini dilakukan bukan untuk maslaah untung dan rugi melainkan peningkatan kualitas layanan.
"Kalau membangun sistem untuk transportasi publik itu bukan untung atau rugi, ya kalau ngeliatnya itu tidak bisa dibangun, wong ini tidak ada kewajiban bangun kok, tapi ini dibangun untuk supaya untuk peningkatan penggunaan pelayanan transportasi publik," terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Commuter Jabodetabek Tri Handoyo menyebutkan, pihaknya akan mendatangkan 2 rangkaian kereta bekas dari Jepang yang masing-masing rangkaiannya terdiri dari 10 gerbong.
"Akhir Oktober ada 2 rangkaian kereta yang mau datang terdiri dari dari 20 gerbong, masing-masing kereta ada 10 gerbong," ujarnya.
Menurutnya penambahan kereta tersebut, bisa menambah jumlah penumpang hingga 700 ribu penumpang di tahun 2014. "Kereta itu bisa dijalanin Desember, kalau gitu bisa nambah lagi. Tahun depan bisa nambah 700 ribu penumpang," kata dia.
Tri juga menambahkan, pihaknya berencana menaikkan harga tiket kereta api di Oktober tahun depan. Namun, rencana tersebut tidak akan dilakukan jika pemerintah menambah jumlah subsidi untuk tiket kerta api.
"Oktober bisa naik, tapi kalau subisidinya ditambah harganya nggak naik. Tergantung sumbangan pemerintah, sumbangannya berapa," kata Tri.
(drk/hen)










































