Sejak kemunculannya, video game memang memiliki beberapa dampak negatif. Di antaranya adalah membikin pemainnya kecanduan, menimbulkan sifat agresif, bahkan tak jarang memicu kasus-kasus kekerasan.
Siapakah sajakah pemain game ini? Game jenis apa pula yang paling banyak mereka mainkan? Bagaimana meminimalisir dampak negatif video game?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil riset Entertainment Software Associations (ESA) tahun 2013 juga mengindikasikan bahwa keterlibatan orangtua di Amerika Serikat semakin signifikan dalam menekan dampak negatif yang ditimbulkan oleh video game atas anak-anak mereka.
- Sebanyak 16 persen anak-anak bermain game dengan orang tuanya dan 32 persen lainnya bermain dengan anggota keluarga.
- 88 persen orangtua menyadari rating sebuah video game amat membantu mereka dalam memilihkan video game yang terbaik untuk anak-anaknya.
- 85 persen orangtua amat memperhatikan rating video game.
- 86 persen orangtua bilang parental control amat penting dihadirkan di semua konsol game. Lebih lanjut mereka menilai, pembatasan waktu amat penting.
- 79 persen orangtua memberi batasan waktu main game.
- 89 persen orangtua ikut terlibat ketika anak-anaknya membeli atau menyewa game.
- 80 persen anak-anak menyatakan harus mendapat izin orangtua sebelum membeli atau menyewa game.
- 93 persen orangtua memperhatikan content game yang dimainkan anak-anaknya.
(DES/DES)











































