Pengusaha dan Bos Perusahaan Besar Kumpul di APEC, Ini yang Dibahas

Pengusaha dan Bos Perusahaan Besar Kumpul di APEC, Ini yang Dibahas

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 02 Okt 2013 12:18 WIB
Pengusaha dan Bos Perusahaan Besar Kumpul di APEC, Ini yang Dibahas
Foto: Pertemuan APEC 2013 (Zulfi-detikFinance)
Nusa Dua - Para pengusaha dan bos perusahaan negara-negara APEC berkumpul membahas isu-isu ekonomi yang sedang hangat. Pertemuan ini akan menampung rekomendasi usulan yang selanjutnya akan diperdalam dalam gelaran APEC CEO Summit dan Leaders Meeting.

Beberapa pengusaha yang hadir dari Indonesia adalah Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Dirut Telkom Indonesia Arif Yahya, Dirut BNI Gatot Suwondo. Selain itu ada juga pengusaha besar dari sektor swasta seperti CEO Bosowa Erwin Aksa.

Tak hanya dari Indonesia, diskusi ini juga dihadiri Direktur Nomura Holdings Hiroyuki Suzuki dari Jepang, CEO SE Lab Inc Seung Jun Oh dari Korea Selatan, Piybutr Cholvijarn Wakil Presiden Thai Chamber of Commerce. Semuanya merupakan anggota baru dari ABAC, dan pengusaha-pengusaha besar lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Director APEC Business Advisory Council Wisnu Wardhana mengatakan, rapat akan dilakukan selama 3 hari ke depan dan membahas berbagai isu ekonomi global yang sedang melemah, yang juga berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi di beberapa negara.

"Intinya adalah membahas bagaimana menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang membawa dampak pada stabilitas dan investasi dan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi," kata Wisnu saat membuka ABAC Fourth Meeting di Ayana Hotel, Jimbaran, Bali, Rabu (2/9/2013).

Dalam diskusi tertutup ini nanti akan diagendakan rekomendasi-rekomendasi bahasan dari para pelaku bisnis. Wisnu memaparkan, pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kebangkitan ekonomi dan bisnis antar negara peserta APEC.

Selain itu, akan diusulkan pada pertemuan para petinggi APEC (APEC Leaders Meeting) beberapa hal yang ditekankan. Di antaranya adalah upaya untuk menekan biaya dan efisiensi dalam tigal utama: perdagangan investasi, dan pelayanan.

"Serta memperkuat value chain antar negara-negara APEC sehingga bisa mengintegrasikan bisnis antar perusahaan-perusahaan di kawasan Asia Pasifik," papar Wisnu.

Juga selain itu, kontribusi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terhadap pertumbuhan ekonomi menjadis alah satu hal yang akan dibahas dengan meningkatkan akses, baik ekspor maupun impor.

"Peningkatan ifrastruktur juga akan dibahas agar public sector dapat memberi kontribusi lebih banyak pada investasi infrastruktur. Ini akan meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi," katanya.

"Semua ini harus didukung oleh sistem keuangan APEC yang kuat seperti yang dibahas bersama menteri-menteri keuangan APEC beberapa waktu lalu. Kita senang menteri menteri keuangan sudah menerima usulan kami untuk mendorong private sector membantu pengembangan bisnis dan kerjasama pihak swasta (PPP) untuk mendorong pengembangan infrastruktur," paparnya.

Persoalan mengenai energi terbarukan pun akan menjadi hal yang ditekankan dalam pertemuan utama APEC mulai tanggal 7-8 Oktober nanti.

"APEC Leaders juga mau mendengar dari kami isu terbaru tentang energi roadmap dan bagaimana public sector dapat berkontribusi dalam membangun roadmap security dan sustainibility energy," jelasnya.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads