Krisis Listrik Sumatera, Dahlan Minta PLN Ambil Risiko Dituduh Boros

Krisis Listrik Sumatera, Dahlan Minta PLN Ambil Risiko Dituduh Boros

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 03 Okt 2013 12:20 WIB
Krisis Listrik Sumatera, Dahlan Minta PLN Ambil Risiko Dituduh Boros
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan telah menugaskan direksi PT PLN (Persero) mengambil langkah darurat krisis listrik di wilayah Sumatera Utara. Menurutnya langkah ini diwujudkan dengan menyewa genset berkapasitas raksasa dengan risiko dianggap melakukan pemborosan (inefisiensi).

Diakuinya lambatnya proses penangan krisis listrik dengan cara menyewa genset karena direksi PLN takut dituding menimbulkan inefisiensi. Untuk membiayai pembangkit (genset) berkapasitas ratusan mega watt mengeluarkan dana besar untuk BBM. Kejadian ini pernah ia alami ketika menjabat sebagai Dirut PLN, pihak DPR sempat mengangatkan masalah inefisiensi.

"Direksi PLN harus berani ambil langkah darurat. Sewa genset risiko dituduh melakukan inefisiensi. Direksi PLN takut dituduh seperti itu," ucap Dahlan kepada wartawan di Plasa Sarinah Jakarta, Kamis (3/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun apabila langkah ini tidak diambil, rakyat Sumatera Utara (Sumut) bakal menderita selama 6 bulan terkait dampak perbaikan pembangkit milik PLN. Namun karena genset telah tiba di Sumut, dalam kurun waktu beberapa minggu ke depan listrik di Sumut kembali pulih.

"Saya perintahkan laksanakan, 2 minggu lagi normal. Itu yang paling cepat (sewa genset) atau membangun transmisi dari Palembang dan Lampung karena sudah kelebihan pasokan tapi itu nggak selesai dalam waktu 3 tahun. Nanti lewat hutan. Yang paling cepat ini sewa genset, itu paling 6 bulan. Ini paling dituduh inefisiensi, ini menakutkan bagi yang takut," katanya.

Diakuinya krisis listrik di Sumut bisa dicegah dan tidak terjadi apabila 3 tahun lalu saat Gubernur Sumut yang saat ini telah dibui menyetujui pembangunan pembangkit listrik baru sebesar 180 MW.

"Dulu 3 tahun lalu mau bangun Asahan 3 . Uang ada US$ 250 juta desain kontraktor ada. Izin nggak dikeluarkan Gubernur Sumut. Yang waktu itu saya bilang akan terjadi krisis listrik. Itu kapasitas 180 MW. Saya sampai perang terbuka di media 3 tahun lalu. Saya bilang ini bukan untuk saya. Untuk rakyat Sumut," tegasnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads