Sudah Ditutup 3 Hari, Pemerintah AS Terancam Tak Bisa Bayar Utang

Sudah Ditutup 3 Hari, Pemerintah AS Terancam Tak Bisa Bayar Utang

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 03 Okt 2013 15:22 WIB
Sudah Ditutup 3 Hari, Pemerintah AS Terancam Tak Bisa Bayar Utang
Foto: Obama (AFP)
Washington - Amerika Serikat (AS) memasuki hari ketiga ditutupnya pemerintahan, sejak Selasa lalu. Apa yang akan terjadi pada ekonomi negara adikuasa ini? Presiden Barack Obama mengingatkan pasar keuangan akan ancaman krisis, karena AS bisa gagal membayar utang-utangnya.

Obama telah menemui sejumlah pimpinan tinggi Partai Republik selama satu jam pada Rabu waktu AS. Mereka membicarakan soal anggaran yang belum juga diputus, dan menyebabkan pemerintahan tidak berjalan alias ditutup.

Tutupnya pemerintahan AS telah membuat ratusan ribu pegawai pemerintah dirumahkan, dan sejumlah museum serta taman nasional ditutup di seluruh negeri Paman Sam tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalangan konservatif dari Partai Republik tak setuju dengan program tunjangan kesehatan Obama yang dikenal dengan istilah Obamacare. Ini yang jadi pemicu anggaran tidak disetujui sampai batas waktu yang telah ditentukan, akhirnya pemerintahan ditutup karena tak ada anggaran. Tapi Obama tak mau mundur dan terus ngotot dengan Obamacare tersebut.

Kedua pihak, Republik dan Obama, tidak mau bernegosiasi sama sekali. Sehingga rapat-rapat anggaran selalu buntu, dan penutupan pemerintahan AS terus terjadi.

Karena meningkatkan tensi, Obama pun mengingatkan pasar saham Wall Street tentang ancaman krisis politik karena lumpuhnya pemerintah federal AS. Bagi pasar keuangan kondisi saat ini berisiko, karena pemerintah AS bisa gagal membayar utang-utangnya.

Namun saat Obama bertemu dengan juru bicara Republik di Kongres yaitu John Boehner, serta pemimpin Senat Mitch McConnell, tetap tidak ada keputusan. Penutupan pemerintah AS ini bakal membuat pertumbuhan ekonomi AS tertahan.

"Presiden mengulangi pernyataannya sekali lagi, dia tidak akan bernegosiasi," kata Boehner seperti dikutip dari AFP, Kamis (3/10/2013).

Obama memang menyatakan tak akan bernegosiasi soal anggaran, sampai Republik meloloskan anggaran sehingga pemerintahan bisa kembali berjalan, dan batas utang bisa naik hingga US$ 16,7 triliun.

Batas utang ini harus dinaikkan, sehingga pemerintah AS bisa membayar utangnya.

Karena situasi saat ini, Obama mengingatkan investor pasar keuangan bahwa mereka sudah seharusnya khawatir. "Saat ini berbeda. Saya pikir mereka (investor) harus memberi perhatian. Bila ada potensi pemerintah AS gagal membayar utangnya, maka kita berada dalam masalah," jelas Obama

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads