Sofitel terletak di sebelah utara kawasan Bali Tourisim Development Board, Nusa Dua, Bali. Hotel ini khusus sebagai tempat pertemuan puncak KTT APEC 2013.
"Tapi Hotel Sofitel dibangun tidak menggunakan uang APBN, uang swasta," ujar Wakil Ketua Panitia KTT APEC Chairul Tanjung dalam konferensi pers di Nusa Dua Bali, Kamis (3/10//2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di jalan masuk Hotel Sofitel, terdapat Hotel yang ukurannya relatif lebih kecil yakni Whiz Hotel. Untuk acara puncak tanggal 7-8 Oktober nanti, WhiznHotel berperan sebagai bangunan pendukung.
"Nanti di hotel ini, semua yang akan masuk ke Sofitel harus ke sini dulu untuk diperiksa secara ketat," kata CT.
Sampai di depan Hotel Sofitel, tampak lantai yang dibungkus dengan plastik berwarna biru. Ternyata di bagian dalam, dan di sebagian besar ruangan, lantainya masih terbungkus plastik.
"Ini hotelnya kan masih baru, baru 14 bulan. Biar nanti kalau dibuka lantainya tetap kinclong," kata CT setengah terkekeh.
CT lantas menunjukkan ruangan-ruangan yang akan digunakan oleh 21 kepala negara untuk bertemu. Begitu juga dengan ruangan yang akan digunakan untuk menerima delegasi dari ABAC.
Hotel Sofitel memiliki ruang yang merupakan persimpangan dari lorong-lorong yang ada di hotel itu. Di tengah persimpangan itu terdapat tiang berupa empat kayu besar setinggi tiga lantai yang di bagian atas bercabang ke kiri dan kanan.
Di sebelah atas, pada dinding bagian pusat tersebut terdapat ornamen-ornamen dari ukiran kayu. "Ini berasal dari kebudayaan Bali," kata CT.
Di sekeliling tiang-tiang kayu raksasa tersebut terdapat tangga yang melingkar ke arah lantai dasar. Nah di lantai dasar terdapat ruang makan yang akan digunakan untuk santap siang para kepala negara, dengan meja berbentuk memajang yang cukup lebar.
"Kenapa ini mejanya besar, karena di sini tidak hanya digunakan untuk makan siang tapi juga untuk pembicaraan-pembicaraan," kata CT.
Terakhir, CT mengajak wartawan untuk memasuki ruangan yang digunakan untuk acara retreat para kepala negara. Ruangan tersebut menghadap ke arah laut, di mana di bagian luar dibatasi oleh kaca yang tembus pandang.
Di dalam ruangan tersebut terdapat meja besar yang berbentuk melingkar. Kursi untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membelakangi laut Nusa Dua.
"Kenapa kursi untuk presiden Indonesia di sini, karena ini merupakan prinsip sebagai tuan rumah yang menghormati tamu. Agar tamu yang datang bisa melihat pemandangan pantai," kata CT.
(/)











































