"Sebanyak 77% perusahaan AS sudah menyatakan kepada saya tetap akan melanjutkan rencana mereka investasi di Indonesia. Apalagi investor AS memprediksi ini (penutupan pemerintahan) tidak akan berlangsung lama. Karena AS sudah 17 kali begitu. Jadi jangan terlalu dikhawatirkan," ujar Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Kamis (3/10/2013).
Namun Dino mengakui, dengan penutupan pemerintahan ini, Indonesia harus menjaga investasi AS di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Chevron Indonesia Hamid Batubara mengatakan, penutupan pemerintahan AS tidak berpengaruh ke perusahaan migas asal AS tersebut. "Semua berjalan normal, kita masih beroperasi dengan sangat-sangat normal. Rencana kerja juga masih berjalan," ujar Hamid.
Dia tidak mau berspekulasi soal apa yang akan terjadi bila penutupan pemerintahan AS ini berjalan lebih lama.
(dnl/hen)










































