Warga AS Desak DPR-nya Tak Digaji Selama Pemerintahan Tutup

Warga AS Desak DPR-nya Tak Digaji Selama Pemerintahan Tutup

- detikFinance
Jumat, 04 Okt 2013 14:30 WIB
Warga AS Desak DPR-nya Tak Digaji Selama Pemerintahan Tutup
Washington - Warga Amerika Serikat (AS) mendesak wakil rakyat atau DPR di negaranya yang tergabung dalam Kongres tidak digaji selama pemerintahan tutup. Wakil rakyat dinilai tidak adil karena banyak PNS tidak terima gaji gara-gara kelakukan kongres yang menyebabkan kegiatan pemerintahan terhenti.

Memang, sejak pemerintahan AS ditutup Selasa 1 Oktober 2013, sebanyak 800.000 pegawai federal sudah dirumahkan sementara tanpa digaji. Pegawai ini merupakan yang biasa bertugas di sektor pemerintahan yang tidak krusial, seperti taman, monumen, dan museum nasional.

Namun ternyata bukan hanya PNS saja yang dirumahkan. Para pegawai swasta juga kena imbas ditutupnya pemerintahan. Pasalnya, perusahaan mereka yang terikat proyek dengan pemerintah juga dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya datang ke kantor hari ini dan baru tahu operasi perusahaan saya dihentikan sementara, jadi saya harus pulang lagi ke rumah," kata salah satu karyawan swasta di AS seperti dikutip dari situs DW, Jumat (4/10/2013).

"Saya rasa mereka (anggota Kongres AS) juga harusnya tidak digaji. Jika kami tak dapat gaji, mereka juga harusnya sama," kata karyawan swasta lainnya dengan nada kesal.

Ketidakadilan ini sangat terasa. Saat 800.000 PNS terpaksa cuti tanpa digaji, sebanyak 533 anggota Kongres AS alias DPR yang menyebabkan ditutupnya pemerintahan tetap dapat gaji.

Pemerintah AS mempekerjakan sekitar 2 juta orang sebagai pekerja federal. Bagi pegawai yang tidak cuti mereka tetap bekerja di beberapa sektor penting seperti sekolah, transportasi umum dan kegiatan operasional yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads