Gita melakukan dengan perwakilan 5 negara sekaligus secara bergantian di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013).
Pertemuan dilakukan Gita dengan Wakil Perdagangan Amerika Serikat (USTR) Michael Froman; Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb; Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Toshimitsu Motegi; Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Alexey V.Ulyukaev; dan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Yoon Sang-jick.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 3 dari 5 hasil pertemuan Gita Wirjawan:
1. Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb
Dalam pertemuan dengan Robb, Gita membahas persoalan sapi. Kepada Robb, Gita menuturkan Indonesia saat ini mengubah kebijakan importasi sapi dengan lebih terbuka dan transparan.
"Tidak ada lagi kuota dan kami terbuka untuk seluruh sektor swasta," ungkap Gita.
Gita juga mengajak Robb agar pengusaha Australia ikut berinvestasi di Indonesia. Begitupun pengusaha Indonesia yang diharapkan dapat berinvestasi di Australia. Ini bertujuan agar Australia tidak semata-mata memanfaatkan Indonesia sebagai negara yang konsumtif dan kedua negara dapat meraih keuntungan.
"Penjajakan ini mungkin dapat dilakukan, khususnya di sektor industri sapi," ucapnya.
2. Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Toshimitsu Motegi
Isu yang diangkat dalam pertemuan ini adalah terkait anti dumping. Kedua negara sepakat untuk saling menindaklanjuti sesuai dengan kepentingan masing-masing. Sejauh ini, Jepang mengaku keberatan dengan persoalan tersebut karena mendapat pengaman sementara.
"Pertama mengenai anti dumping. Kita akan tindak lanjuti, kita pelajari. Kalau memang kepentingan mereka, kita akan tanggapi," kata Gita.
Kedua adalah terkait persoalan bea masuk produk otomotif yang dikenakan sebesar 28,1% dari yang seharusnya 20%.
"Mestinya 20%, tapi dikenakan 28,1%. ini sudah dibahas di level senior officials atau dirjen. Kita akan upayakan untuk ini bisa diselesaikan," ucap Gita.
3. Wakil Perdagangan Amerika Serikat (USTR) Michael Froman
Gita mengungkit persoalan hasil keputusan Badan Penyelesaian Sengketa World Trade Organization (WTO) terkait dengan peraturan larangan clove cigarette di pasar AS. Froman pun berharap Indonesia agar memberikan waktu untuk bisa melakukan koordinasi lebih lanjut.
Selain itu dibahas juga hasil keputusan WTO terkait Scape Rulling atas produk Oil Country Tubular Goods (OCTG) asal Indonesia. Menurut Gita pembuatan OCTG telah melalui proses heat treatment yang signifikan.
"Sehingga tidak ada alasan untuk meragukan keaslian produk OCTG asal Indonesia," tegas Gita.
(mkj/dnl)










































