CEO Perusahaan Besar Kumpul Bareng Anak Muda Bahas UMKM di APEC 2013

CEO Perusahaan Besar Kumpul Bareng Anak Muda Bahas UMKM di APEC 2013

Maikel Jefriando - detikFinance
Sabtu, 05 Okt 2013 09:44 WIB
CEO Perusahaan Besar Kumpul Bareng Anak Muda Bahas UMKM di APEC 2013
Jimbaran -

Dalam rangkaian agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2013 di Bali, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu pembahasan. Pagi ini para pengusaha dan anak muda se-Asia Pasifik berkumpul untuk membahas UMKM.

Acara yang dilangsungkan di Hotel Ayana, Jimbaran ini dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Indonesia Syarief Hasan. Turut memberikan sambutan adalah APEC SMEE Summit 2013 Committee Chair & Vice Chair, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UKM dan Koperasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa, dan Chairman McKinsey & Company Indonesia Raoul Oberman.

Selain itu dalam pembahasan, akan berbicara Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot Suwondo, Presiden Direktur Ciputra Surya Harun Hajadi, CEO Saratoga Capital Sandiaga Uno, Managing Director Endeavor Sati Rasuanto, Ketua HIPMI Raja Sapta Oktohari, dan CEO Tinker Game, Muhammad Ajie Santika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin Aksa dalam sambutanya mengatakan, UMKM sangat layak untuk menjadi pembahasan dalam agenda sebesar ini. Tema yang diusung pun adalah terkait bagaimana membentuk dan merancang kesuksesan usaha mikro-kecil-menengah Indonesia dan Asia Pasifik.

"Saya cukup puas, ketika agenda UKM ini dapat diangkat dan menjadi salah satu materi yang dibahas dalam APEC," kata Erwin dalam sambutannya, Sabtu (5/10/2013).

Dalam pembahasan ini, Erwin berharap ada satu solusi yang dapat memajukan UKM di kawasan. Baik itu terkait regulasi, maupun hal-hal lain yang dapat mendorong kemajuan UKM.

"UKM tidak hanya persoalan uang dan modal, tapi bagaimana dapat mengolah pengalaman dan terus belajar kemudian dapat memberikan kepercayaan terhadap konsumen," sambungnya..

Di kawasan ekonomi APEC, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan 90% wajah dunia usaha dan menyerap 60% dari total jumlah tenaga kerja. Namun demikian, saat ini, UMKM hanya berkontribusi pada 30 persen ekspor.

Di Indonesia, UMKM merupakan kekuatan yang dominan dari perekonomian nasional. Terdapat 55,2 juta UMKM di Indonesia, mewakili 99,97% dunia usaha nasionalnya. UMKM menyerap 97,3% dari total jumlah tenaga kerja Indonesia dan memberi kontribusi sebesar 57,2% terhadap produk domestik bruto negara.

Melalui SMEE & Entrepreneurship Working Group (SMEEWG)/Kelompok Kerja UMKM dan Kewirausahaan, ABAC bekerja menuju promosi akan penciptaan usaha dan model usaha baru, memfasilitasi penggunaan teknologi internet untuk membantu membuka akses UMKM kepada pasar internasional. Kemudian mendukung bisnis yang berkelanjutan, utamanya dengan memungkinkan akses UMKM pada pemodalan.

"Demi mencapai tujuan-tujuan tersebut, ABAC memandang bimbingan melalui sistem mentoring yang baik dalam hal bisnis dan kewirausahaan akan dapat mendukung UMKM dalam mencapai kesuksesan," kata Erwin.

(mkj/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads