Bagi banyak pemasang iklan, angka pengguna sebanyak itu rupanya dianggap belum cukup. Lantas bagaimana masa depan IPO yang diumumkan pada Kamis pekan lalu itu? Akankah mendapat respons yang besar?
Sejumlah perusahaan iklan maupun agensi periklanan menganggap, Twitter membutuhkan lebih banyak pengguna lagi dan tenaga penjualan yang lebih besar kalau ingin menikmati kue iklan yang mereka sediakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak meluncur pada Maret 2006, Twitter sesungguhnya sudah mengubah permainan di era komunikasi melalui berita yang dimunculkannya dan berapa banyak figur publik serta orang biasa yang sudah menggunakannya.
Tapi bila melihat angka penggunanya saat ini, dibandingkan dengan kapan ia pertama kali dirilis, persoalan Twitter sederhana saja: Ternyata lebih banyak orang yang menggunjingkannya ketimbang menjadi salah satu penggunanya.
Kalau dibandingkan dengan Facebook, jauh bos! Pengguna Facebook saat ini sudah mencapai 1,15 miliar orang. Untuk Amerika saja, menurut riset Forrester Research, sebanyak 22 persen pengguna Internet di negeri itu menggunakan Twitter. Sedangkan pengguna Facebook mencapai 72 persen.
Dari segi iklan, pendapatan Twitter dari iklan adalah 85 persen dari total US$ 317 juta pendapatan Twitter pada 2012. Bagaimana dengan Facebook? Pendapatannya mencapai US$ 4,3 miliar dari iklan saja pada tahun lalu.
Apa lagi? Pertumbuhan pengguna Twitter juga terbilang lamban. Pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan pengguna bulanan Twitter 7 persen saja dibandingkan 10 persen pada tiga bulan sebelumnya.
Di jagad sosial media, sejumlah analis menyatakan kebanyakan pengiklan memang lebih memilih Facebook ketimbang Twitter. Tapi mereka optimistis pada masa depan Twitter. Mereka menilai, beriklan di Twitter lebih tepat sasaran.
βTwitter adalah audiens yang penting dan saya ingin brand kami jadi pembicaraan di sana,β kata Lisa Cochrane dari Allstate Corp.
Β
Faktor risiko terbesar untuk Twitter, seperti diakui oleh perusahaan itu sendiri, adalah bahwa para penggunanya masih tak acuh pada layanan yang mereka. βKalau orang belum mengerti bahwa produk dan layanan kami itu berguna, dapat diandalkan, dan terpercaya, kami tak akan bisa menarik pengguna dan meningkatkan frekuensi keterlibatan mereka dengan platform kami dan iklan yang kami tampilkan,β demikian pernyataan Twitter.
Twitter menegaskan bahwa tujuan penawaran saham perdana itu adalah untuk menambah modal dan fleksibilitas keuangan mereka. Twitter berharap suntikan modal sampai US$ 1 miliar dari penawaran saham perdana itu.
(DES/DES)











































