Dapat Gaji Rp 10 Juta Dianggap Kecil, PNS di Arab Protes

Dapat Gaji Rp 10 Juta Dianggap Kecil, PNS di Arab Protes

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 07 Okt 2013 11:52 WIB
Dapat Gaji Rp 10 Juta Dianggap Kecil, PNS di Arab Protes
Riyadh - Meski negaranya punya cadangan minyak terbesar di dunia, banyak pegawai negeri sipil (PNS) di Arab yang protes gajinya kecil. Para PNS ini merasa gajinya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-sehari.

Para PNS ini pun protes di jejaring sosial Twitter. Mereka 'berkicau' demi mendapatkan gaji yang lebih layak.

"Gaji kami tidak cukup," atau "The salary is not enough", menjadi sebuah hashtag yang diluncurkan pertengahan tahun ini di situs jejaring sosial tersebut. Hashtag tersebut sudah dipakai lebih dari 17,5 juta tweet sejak diluncurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu menunjukkan banyaknya pegawai dan karyawan di Arab Saudi yang mendapatkan gaji tidak sesuai dengan keperluan sehari-hari. Tujuan dari protes ini adalah mendesak Raja Abdullah untuk memerintahkan adanya kenaikan gaji bagi para PNS di negara eksportir minyak terbesar di dunia itu.

Kisaran gaji PNS di Arab mulai dari 3.945 riyal (Rp 10,5 juta) sampai 24.750 riyal (Rp 65,9 juta) tiap bulan belum termasuk tunjangan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh salah satu perusahaan asuransi.

Sementara di sektor swasta, karyawan digaji mulai dari 6.400 riyal (Rp 17 juta) hingga 15.299 riyal (Rp 40 juta), berdasarkan penelitian Bank Dunia dan Kementerian Ekonomi Arab Saudi.

"Mari kita hentikan pemerintah mencuri uang... korupsi sudah menghancurkan semuanya dan rakyat pun menjadi korban," kata tweet yang di-posting salah satu wartawan Arab, Fahd al-Fahid.

"Inflasi dan terus naiknya harga-harga barang dalam beberapa tahun terakhir sudah memberikan dampak buruh kepada kemampuan belanja masyarakat," kata Ekonomi Abdullah al-Almi kepada AFP, Senin (7/10/2013).

Hasilnya, kata Abdullah, berkurangnya kalangan menengah di Arab. Tingkat pengangguran bertahan di tingkat 12,5% dengan kebanyakan kaum muda yang mewakili 60% dari total 20 juta penduduk Arab.

Lowongan kerja masih didominasi oleh imigran asing yang banyak datang dari Asia Tenggara, salah satunya Indonesia, yang mau menerima gaji kecil.

Demi mengurangi tingkat pengangguran ini pemerintah setempat sudah menggelar program 'Saudi-isation' terhadap lowongan kerja, berharap banyak warga negara Saudi yang terkenal boros itu bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji layak.

"Sekitar 80% dari warga Arab Saudi sekarang ini hidup dari pinjaman bank," kata Konsultan Ekonomi Zeid al-Rummani. Pasalnya, kata dia anggaran belanja orang Arab selalu lebih besar dari pendapatannya.

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads