Proyek MRT Picu Kemacetan, PT MRT Jakarta: Kita Sengsara Dulu!

Proyek MRT Picu Kemacetan, PT MRT Jakarta: Kita Sengsara Dulu!

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 07 Okt 2013 17:30 WIB
Proyek MRT Picu Kemacetan, PT MRT Jakarta: Kita Sengsara Dulu!
Jakarta - PT MRT Jakarta akan mulai mengerjakan proyek MRT pada 10 Oktober 2013. Pada masa kontruksi selama 5 tahun ini diperkirakan akan timbul gangguan lalu lintas.

PT MRT Jakarta pun meminta masyarakat Jakarta untuk bersabar sementara waktu selama proses kontruksi.

"Kami akan ambil badan jalan sementara waktu. Kita sengsara setelah itu buka puasa," ucap Direktur Utama MRT Jakarta, Dono Boestami saat press conference persiapan ground breaking MRT Jakarta di Ball Room Hotel Pullman Jakarta, Senin (7/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengurai dan mengatur dampak kemacetan, PT MRT Jakarta menggandeng banyak pihak termasuk konsultan. Untuk rute underground atau bawah tanah yang dimulai dari Senayan hingga Bundaran HI bakal ada pemindahan jalur busway hingga penggunaan badan jalan selama proses kontruksi.

"Yang underground kami ada pengarahan dengan jalur busway. Menggeser media jalur lambat dan cepat. Kami akan ambil trotoar di titik stasiun. Itu nggak bisa dihindari. Tapi kami tetap koordinasi. Yang kena dampak langsung di sekitar SCBD ada stasiun di depan Pasar Benhil ada stasiun. Di sana ada rekayasa lalu lintas," jelasnya.

Sementara untuk jalur elevated atau layang dari Lebak Bulus hingga Jalan Sisingamaraja khususnya sepanjang Jalan Fatmawati telah dan sedang dilakukan pelebaran badan jalan. Pada rute ini proses kontruksi hanya dilakukan pada malam hingga pagi hari.

"Di Jalan Fatmawati itu sudah ada pelebaran jalan. Itu contoh kami bekerja jam 00.00-06.00 pagi. Kami rekayasa dari 4 jalur beroperasi 3 jalur. Nanti saat akan beroperasi kami infokan. Jam 06.00-23.00 bisa beroperasi lagi," sebutnya.

Terkait pekerjaan fisik rute bawah tanah yang berpotensi terjadinya banjir saat musim hujan. Pihak kontraktor pun telah melakukan kajian dan perhitungan.

"Kontraktor berpengalaman puluhan tahun. Kerjakan 16 km itu sangat pendek. Ini bersebelahan dengan Gedung UOB. Yang banjir kemaren. Ini sudah masuk perhitungan. DED kerjakan setelah memperoleh persetujuan kami. Kami harapkan kita libatkan kontraktor besar. Banjir pompa diperbanyak. Kalau ada bencana alam siapa yang menduga. Ini sudah diantisipasi oleh tim kami dan kontraktor," tegasnya.

(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads