Jelang Lebaran Stok Sembako DIY Mencukupi

Jelang Lebaran Stok Sembako DIY Mencukupi

- detikFinance
Senin, 08 Nov 2004 16:48 WIB
Yogyakarta - Stok sembako untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menjelang lebarang cukum aman. Kenaikan harga yang terjadi juga dinilai masih dalam tingkat yang wajar.Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yogyakarta, Syahbenol Hasibuan kepada wartawan, usai rapat di kompleks Gubernur DIY Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta, Senin (8/11/2004)."Semua stok pangan mencukupi untuk lebaran hingga akhir tahun 2004 ini. Stokberas saat ini ada 24 ribu ton, sedangkan kebutuhan seluruh DIY hanya separuhnya," kata Syahenol.Demikian pula dengan persediaan minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, ayam potong dan lainnya. Stok gula pasir di DIY sekitar 5 ribu ton, sedangkan kebutuhan hanya berkisar 3 ribu ton."Untuk harga gula pasir memang ada kenaikan sekitar Rp 100 - 200 per kgdi tingkat eceran maupun agen. Di tingkat agen harga gula lokal Rp 4 ribu per kg sedangkan di tingkat eceran harganya Rp 4.200 per kg," katanya.Untuk tepung terigu dan minyak goreng meski permintaan naik, stok kedua bahan pokok itu juga masih mencukupi. Untuk minyak goreng jeniscurah kebutuhannya kurang dari 59 ribu ton. Namun hingga lebaran, jumlahnya akan ditambah hingga 72 ribu ton."Untuk tepung terigu di tingkat distributor sekitar 247,2 ton. Sedangkankebutuhannya hanya 225 ton dan akan ditambah lagi persediaan menjadi duakali lipat. Jadi jangan khawatir, pada hari lebaran nanti silahkan semuaibu-ibu bisa membuat roti," katanya.Sementara itu untuk ayam potong kebutuhan di DIY hanya 1.382 ton, sedangkanstok yang tersedia mencapai 3.750 ton. Kelebihan tersebut biasanya dilemparuntuk memenuhi kebutuhan di lain daerah di Jawa Tengah dan Jakarta.Syahbenol menambahkan, sejak awal puasa pihaknya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kabupaten dan kota telah melakukan pemantauan harga-harga sembako. Baik di pasar tradisional maupun supermarket."Dari pemantauan di sejumlah supermarket, tidak banyak lagi dijumpai parcelkadaluwarsa ataupun makanan tanpa merek. Kalaupun ada makanan tanpa merekitu kecil sekali jumlahnya, terutama produk makanan dari indsutri rumahtangga," katanya. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads