Setelah sebelumnya tanggal 29 September 2013, hanya Garuda Indonesia saja, kini seluruh kegiatan keberangkatan internasional secara resmi pindah ke terminal baru.
Sebanyak 176 penumpang Jetstar, nomor penerbangan JQ117 tujuan Perth, Australia menjadi penumpang pertama yang berangkat dari terminal baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebelumnya terminal yang ada hanya memiliki kapasitas 7 juta penumpang per tahun. Kedepannya dengan terminal yang 2 kali lebih luas, dalam setahun kami mampu melayani 16 juta penumpang. Dan kami bersyukur proses perpindahan terminal malam ini dapat berjalan lancar, tertib dan aman.” papar Direktur Utama Angkasa Pura Airports, Tommy Soetomo, Rabu (9/10/2013).
Tingkat pertumbuhan penumpang selama 6 tahun terakhir mencapai angka 14%. “Kami optimis kedepannya angka pertumbuhan penumpang akan terus bertambah. Terlebih setelah Indonesia dengan sukses telah menjadi tuan rumah pelaksanaan APEC Summit.
"Ini akan menjadi booster bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Indonesia khususnya Bali. Dan hal ini tentu saja akan menjadi tantangan tersendiri bagi Angkasa Pura Airports selaku pengelola bandara," tambah Tommy.
Kepada seluruh calon penumpang, hotel-hotel dan agen–agen perjalanan, diimbau untuk memerhatikan rambu-rambu yang telah disiapkan serta dapat menjaga ketertiban serta membantu kelancaran proses keberangkatan penumpang.
“Agar proses perpindahan ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib, kami mohon partisipasi dan kerja sama semua pihak. Tidak lupa kami juga meminta pengertian para penumpang yang mungkin merasa kurang nyaman terlebih pada masa-masa transisi seperti ini” ujar Herry Sikado, GM Bandara I Gusti Ngurah Rai yang ditemui saat mengawal perpindahan terminal.
(gds/ang)










































