Selain surplus neraca perdagangan yang terjadi, Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, deflasi yang terjadi pada September 2013 juga menjadi titik terang ekonomi Indonesia.
"Sudah ada titik terang yang terjadi pada bulan Agustus. Kita neraca perdagangannya surplus. Kemudian ada deflasi pertama padahal sebelumnya inflasi terus," kata Arwin saat pemaparan outlook economy 2014 di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Kamis (10/10/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada langkah yang dilakukan dari BI, misalnya upaya menaikkan rate dan menekan ekspestasi kenaikan laju inflasi, serta upaya untuk menjaga kestabilan rupiah," ujarnya.
Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga Winang Budoyo menambahkan, fundamental ekonomi masih cukup kuat untuk tahun 2014. Terlihat permintaan domestik dan jumlah kelas menengah yang terus meningkat.
"Fundamental ekonomi kita masih cukup kuat tahun 2014," kata Winang pada kesempatan yang sama.
(mkj/dnl)











































