Arloji Juga Asyik Dijadikan Hobi

Hobi Mengoleksi Penunjuk Waktu (1)

Arloji Juga Asyik Dijadikan Hobi

Hidayat Setiaji - detikFinance
Jumat, 11 Okt 2013 09:29 WIB
Arloji Juga Asyik Dijadikan Hobi
Foto: Hidayat Setiaji (Detikcom)
Jakarta - Jam tangan alias arloji berfungsi sebagai penunjuk waktu. Tapi bagi sebagian orang, maknanya lebih dari itu. Arloji bisa menjadi benda yang sangat berharga bila memiliki nilai historis tersendiri.

Apalagi, ketika arloji kepunyaannya termasuk edisi terbatas atau collector item. Tak heran kalau ini kemudian melahirkan komunitas atau klub pehobi arloji. Di sana mereka bisa bertukar informasi atau bahkan jual beli.

Salah satu komunitas pehobi arloji di Indonesia adalah Kronometrofilia. Komunitas ini berawal dari blog yang dimulai pada 2007 dan tiga tahun kemudian bermetamorfosis menjadi sebuah klub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antono Purnomo, salah seorang anggotanya, mengatakan Kronometrofilia adalah gabungan dari tiga kata. Krono (chrono) berarti waktu, metro berarti pengukur, dan filia (philia) adalah penggemar.

“Jadi Kronometrofilia dapat diartikan penggemar pengukur waktu, atau pecinta arloji,” kata Antono, yang sudah empat tahun belakangan menekuni hobi ini.

Anggota Kronometrofila sudah mencapai sekitar 800 orang. Tetapi yang aktif berkumpul secara rutin sekitar 100 orang. Setiap dua bulan sekali mereka berkumpul di dua kota yaitu Jakarta dan Bandung.

Kebanyakan anggota Kronometrofila adalah pekerja kantoran berusia antara 30-40 tahun. “Namun ada anggota tertua yang usianya sudah 71 tahun. Kalau yang termuda, usianya sekitar 20 tahun,” ucapnya.

Antono, kini 40 tahun, sudah menyukai arloji sejak duduk di bangku SD. Dulu sekadar mengumpulkan brosur dan berbagai artikel tentang arloji. Ketika duduk di bangku SMP, dia mulai mengoleksi arloji.

“Sejak 3-4 tahun ini saya mulai serius menekuni hobi arloji, sampai-sampai tangan kiri saya tidak pernah lepas dari arloji. Bahkan mandi pun pakai arloji, karena sekarang sudah water proof,” tutur Antono.

Antono memiliki sekitar 60 buah arloji. Kalau ditotal, dia sudah menghabiskan lebih dari Rp 50 juta dalam memenuhi hobinya.
 
Menurut Antono, hobi arloji ke depan akan semakin berkembang. Ini terlihat dari komunitas dan berbagai situs arloji yang terus tumbuh. “Sekarang mencari jam juga semakin susah, jadi artinya demand bertambah besar. Penggemar hobi ini sepertinya semakin banyak,” katanya.

Pehobi arloji yang lain adalah Aidil Akbar Madjid, seorang praktisi perencanaan keuangan. Dia memang tak bergabung ke klub Kronometrofila. Tapi dia sudah menekuni hobinya sejak 1990-an. Koleksinya beragam.

Aidil bahkan pernah mendapat untung duit yang tak sedikit dari jual beli koleksi. Sebagai contoh, pada 1993 Aidil membeli jam Rolex Daytona seharga Rp 16 juta. Pada 2004 dia melepas koleksinya itu seharga Rp 85 juta.

(DES/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads