Mereka yang memiliki deposit kecil, atau setara dengan 5 persen saja dari harga properti yang mereka inginkan, didorong untuk ikut program itu. Program ini didukung oleh kalangan perbankan, seperti RBS dan NatWest, yang menawarkan bunga 4,99 % untuk dua tahun fixed atau 5,49 persen untuk lima tahun, tanpa biaya.
Bagi pembeli, mereka bisa menghemat 86 Poundsterling untuk kredit rumah senilai 150 ribu Poundsterling, atau setara dengan 2.259 Poundsterling selama dua tahun. Tapi aplikasi mereka akan diperiksa kelayakannya, yaitu apakah mereka dapat menanggung pembayaran hutang secara berkelanjutan, begitu juga apabila nanti ada kenaikan bunga perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program bunga rendah ini adalah fase kedua dalam program Help to Buy. Fase pertama diluncurkan pada April lalu, khusus untuk pembeli rumah baru. Bagi yang memiliki simpanan lima persen berhak atas pinjaman senilai 20 persen dari pemerintah, dan bebas bunga selama lima tahun.
Dengan gabungan 5 persen dan 20 persen, pembeli sudah bisa mencari kredit rumah yang lebih murah. Dalam enam bulan, sudah ada 15 ribu kredit perumahan yang disetujui.
Fase kedua ini sebetulnya direncanakan untuk Tahun Baru tapi dipercepat pada pekan lalu dan ditujukan untuk pembelian rumah baru atau lama senilai maksimal 600 ribu Poundsterling dengan deposit hanya 5 persen dari total harga rumah.
Pemerintah memberikan jaminan sampai 15 persen dari nilai properti kepada perbankan sebagai imbal balik atas potongan harga biaya administrasi dari kreditur. Idenya adalah jaminan ini akan mengurangi risiko bagi perbankan dan pengembang, sehingga berani menurunkan harga.
RBS/NatWest mengatakan mereka sudah mengantisipasi kemungkinan tingginya permintaan dan memperkirakan akan ada 25 ribu pembeli pertama dan kedua sampai 2016. Mereka juga akan menambah jam operasi di 700 cabangnya.
HSBC sendiri bilang akan ikut, tapi baru akan mengumumkan programnya pada November mendatang. Sedangkan Virgin Money dan Aldermore Bank akan meluncurkan programnya pada tahun baru.
Program ini diharapkan menggairahkan lagi pasar properti di Inggris. Laporan terbaru dari Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan bahwa harga rumah masih berjatuhan di beberapa bagian negeri itu. Sedangkan di London dan kawasan Selatan, harganya justru menjulang.
Justin Modray dari CandidMoney mengatakan, kalau program Help to Buy tak menciptakan gelembung properti, maka dampaknya akan sangat besar di seluruh Inggris. “Dengan harga yang terus naik di kota-kota, ini akan mendorong mobilitas kerja dan angka tenaga kerja, meningkatkan investasi, dan berdampak pada peningkatan pendidikan dan transportasi,” katanya.
Lantas apa yang mengkhawatirkan dari program ini? Daily Mail mencatat ada dua macam kekhawatiran. Pertama, terjadinya gelembung harga rumah. Kalau demand tinggi, begitu juga harga rumah. Saat harga tiba-tiba jatuh, mereka yang membeli rumah yang mahal dengan deposit yang kecil, akan rugi bandar. Ekuitas mereka negatif.
Bahaya lainnya adalah naiknya bunga perbankan. Banyak ekonom yang memperkirakan bunga acuan Bank of England akan naik sebelum 2016. Kalau ini terjadi, bunga kredit rumah juga akan naik. Begitu program bunga flat berakhir, setelahnya debitur akan ketiban bunga yang sangat tinggi.
(DES/hds)











































