Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan keluhan para pengusaha karena banyaknya hari hari libur di Indonesia tidak tepat.
"Kenapa tidak tepat? coba kita lihat negara-negara yang industri maju seperti Jepang, Singapura, Australia dan lainnya, mereka ada musim semi, kalau masuk musim itu liburnya selama satu bulan," ungkap Said dihubungi detikFinance, Selasa (15/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di Indonesia kan cuma istrinya saja, kalau istrinya bekerja maka libur atau cuti hamil mencapai 90 hari suaminya ya tetap kerja, kalau di negara-negara tadi suaminya juga dapat jatah libur dengan jumlah yang sama," katanya.
Said mengatakan di negara lain yang industrinya berkembang sama dengan Indonesia seperti Vietnam, Kamboja atau Malaysia, jumlah liburnya juga sama.
"Mereka (Malaysia, Kamboja, Vietnam) itu juga libur hari keagamaannya sama dengan Indonesia, bahkan sedikit lebih banyak mereka. Jadi kalau pengusaha mengukurnya jumlah hari kerja, Indonesia masih lebih produktif dibandingkan negara lain, kita kerjanya lebih banyak," ucapnya.
Said menyebutkan bahkan libur atau cuti bersama yang menurut pengusaha kebanyakan itu lebih banyak diperuntukkan bagi pekerja di luar sektor perburuhan seperti PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau pekerja kantoran.
"Kalau untuk buruh itu cuma satu, itu pun baru berlaku tahun depan 2014 nanti, yakni mayday," kata Said.
(rrd/hen)











































