Jokowi: Tiket Monorel Harus Lebih Murah dari Ongkos Kendaraan Pribadi

Jokowi: Tiket Monorel Harus Lebih Murah dari Ongkos Kendaraan Pribadi

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 16 Okt 2013 10:45 WIB
Jokowi: Tiket Monorel Harus Lebih Murah dari Ongkos Kendaraan Pribadi
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Jokowi meminta tarif monorel Jakarta tidak lebih mahal dari pengeluaran masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Proyek swasta ini sejak awal bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga bisa menekan kemacetan Jakarta.

"Harga tiketnya harus lebih murah dari orang pakai kendaraan pribadi," ungkap Jokowi saat peresmian monorel Jakarta di Taman 66, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Menurut Jokowi sangat tidak mungkin monorel diandalkan sebagai transportasi massal jika tarifnya terlalu mahal. "Tarif itu, monorel kalau mahal pasti nggak akan naik. Berarti kalau mahal siapa yang mau naik. Coba saja ditarifin Rp 100 ribu pasti nggak ada yang naik," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Direktur Ortus Holding Banyu Biru Djarot menambahkan penentuan tarif akan dikonsultasikan dengan berbagai pihak terkait seperti pemerintah daerah dan perwakilan masyarakat.

"Kalau tiket akan ditentukan kemudian, tapi harga pasti akan yang layak. Karena kita kan perusahaan private, jadi menggunakan indeks yang berkelanjutan disesuaikan dengan kemampuan bayar masyarakat," kata Banyu.

Banyu memastikan harga tiket yang diberikan cocok dengan kemampuan masyarakat. Rencananya soal besaran tarif tiket monorel Green Line akan diumumkan sebelum proyek selesai. Proyek monorel ditargetkan selesai 3 tahun ke depan.

"Pasti harganya cocok. Harga tiket akan diumumkan sebelum 2016," sebutnya.

Ortus Infrastructure Capital Limited (Ortus) merupakan pemilik saham mayoritas PT Jakarta Monorail. Ortus telah membayar lunas seluruh utang PT Jakarta Monorail ke PT Indonesia Transit Central (ITC) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

ITC yang sebelumnya sebagai pemegang saham mayoritas PT Jakarta Monorail sebesar 90,5 %, telah sepakat mengalihkan sahamnya kepada Ortus sebesar 80,5%.

(mkj/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads