Perusahaan Malaysia dan Arab Minati TKI Bidang Konstruksi dan Perawat

Perusahaan Malaysia dan Arab Minati TKI Bidang Konstruksi dan Perawat

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 17 Okt 2013 14:34 WIB
Perusahaan Malaysia dan Arab Minati TKI Bidang Konstruksi dan Perawat
Jakarta - Ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2013 juga menawarkan produk jasa tenaga kerja, selain menawarkan produk fisik seperti furnitur dan kerajinan tangan. Pada hari pertama pameran perdagangan terbesar di Indonesia ini, sebanyak 1.076 tenaga kerja asal direkrut perusahaan asing untuk bekerja di luar negeri.

"Di ajang TEI 2013 di hari pertama, sebanyak 1.076 tenaga kerja Indonesia telah direkrut untuk bekerja di luar negeri dengan jumlah pendapatan sebesar US$ 10,8 juta," ungkap Kasubdit Promosi Kawasan Asia Pasific dan Amerika Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Elfrida Herawati Siregar saat ditemui di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Menurutnya negara yang paling besar merekrut tenaga kerja asal Indonesia adalah Malaysia. Tenaga kerja di bidang konstruksi dan tenaga ahli konstruksi masih diminati dan yang banyak direkrut oleh Malaysia. Sedangkan untuk Arab Saudi, tenaga perawat asal Indonesia banyak diperlukan untuk mengisi tempat yang kosong di rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu ada negara Suriname yang termasuk pendatang baru. Kemudian ada Italia, Papua Nugini tenaga kerja kita disana untuk programmer dan desainer serta manufaktur. Kalau Arab Saudi itu banyak butuh perawat dan Mesir butuh banyak tenaga kerja kita untuk sektor manufaktur," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan tenaga kerja asal Indonesia yang direkrut oleh perusahaan asing, mereka yang mempunyai kemampuan dan keterampilan yang sangat baik.

Para pekerja memperoleh pendapatan/gaji yang sangat baik. Bahkan untuk tenaga kerja di sektor minyak dan gas saja, gaji yang ditawarkan hinga mencapai US$ 8.000/bulan.

"Contohnya tawaran gaji untuk tenaga kerja sektor minyak dan gas saja bisa mencapai US$ 8.000/bulan. Makin lama jasa tenaga kerja yang dicari memang skill-nya yang makin tinggi dengan gaji yang semakin tinggi," cetusnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads