"Pertamina saja laporan keuangannya bisa selesai akhir Januari, bisa RUPS tahun ini di 1 Februari, berarti laporan keuangan sudah jadi akhir Januari (tepat waktu). BUMN lain harus bisa," kata Dahlan di Jakarta seperti dikutip Jumat (18/10/2013).
Terkait hal itu, Dahlan juga meminta kepada perusahaan-perusahaan BUMN untuk bisa menyelesaikan laporan keuangan secara disiplin dan tepat waktu. Pasalnya, saat ini masih banyak perusahaan BUMN yang telat βsetorβ laporan keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan, Pertamina yang merupakan perusahaan besar dan punya banyak anak perusahaan, mampu menyelesaikan laporan keuangan disiplin dan tepat waktu. Hal ini dijadikan tolak ukur jika perusahaan BUMN lain juga mampu mengekor kinerja Pertamina.
"Apakah bisa? Bisa. Buktinya Pertamina yang perusahaannya begitu besar dan anak perusahaannya begitu banyak sampai ke cucu-cucu perusahaannya begitu banyak, tetap bisa RUPS. Nah kalau Pertamina saja lapkeunya bisa selesai akhir Januari, BUMN yang lain harus bisa karena BUMN yang lain pasti less complicated than Pertamina ya," kata Dahlan.
(drk/dru)











































