Bagi para pedagang, harga daging ayam sekarang sudah kembali normal. Sedangkan untuk telur ayam, harga jual juga stabil. Harga telur ayam dijual dengan harga Rp 16.500-17.000/Kg.
"Sudah normal ke harga jual awal hanya Rp 22.000/kg. Telur ayam juga stabil Rp 16.500-17.000/kg," ungkap Dimin salah satu pedagang daging ayam di Pasar Warakas, Jakarta Utara kepada detikFinance, Senin (21/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya memang cukup tinggi harga ayam, 3 minggu lalu masih Rp 40.000/kg. Terus turun harganya menjadi Rp 22.000/kg," imbuhnya.
Dengan menurunnya harga daging ayam, daya beli masyarakat kembali normal. Saat harga daging ayam mahal, ia hanya bisa menjual 20-25 ekor ayam. Namun ketika harga daging ayam kembali ke posisi normal, ia bisa menjual hingga 50 ekor ayam per hari.
"Alhamdulillah, masyarakatnya sudah kembali normal beli ayam. Omset pendapatan bisa 100% naiknya," cetusnya.
Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) Ngadiran menuturkan naiknya harga daging ayam 3 pekan lalu disebabkan karena ulah para peternak. Para peternak sengaja menaikkan harga sehingga memukul daya beli masyarakat dan merugikan para pedagang.
"Harga sekarang kembali normal di posisi Rp 22.000/kg. 3 pekan lalu harga jual daging ayam tinggi karena sudah terjadi dari para peternak. Peternak menaikan harga jual yang menurunkan daya beli masyarakat dan merugikan para pedagang," tuturnya.
(wij/hen)










































