Bukan. Para lelaki itu adalah kelompok aktivitas pembela hak membawa senjata secara terbuka. Mereka memprotes tindakan manajemen Starbucks yang mengeluarkan larangan pelanggan membawa senjata api ke dalam kafe.
John Pierce, seorang pendiri gerakan pembela senjata itu, mengatakan Starbucks telah melanggar hak asasi masyarakat. “Langkah Starbucks itu mengecewakan,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran kalau tindakan para pendukung senjata itu langsung dibalas oleh sekelompok ibu yang tergabung dalam kelompok Moms Demand Action for Gun Sense in America. Kelompok ini dibentuk sebagai respons atas penembakan di Sandy Hook.
Ibu-ibu mengatakan telah mengumpulkan 60 ribu tandatangan yang mendukung Starbucks sekaligus meminta perusahaan itu mengeluarkan larangan keras atas keberadaan senjata api di dalam kafe.
Sebelumnya, Starbucks terkenal tak acuh pada konsumen yang menenteng senjata api ke dalam kafe. Khususnya di daerah yang memang mengizinkan publik membawa-bawa senjata api secara terbuka. Tapi belakangan Starbucks ditekan publik.
Chief Executive Starbucks, Howard Schultz, pun mengeluarkan surat terbuka pada bulan lalu. Schultz meminta pelanggannya tak membawa senjata api ke dalam kafe. “Bahkan meskipun mereka berada di area yang mengizinkan itu,” katanya.
Penolakan terhadap 'koboi' semacam itu juga telah diterapkan sejumlah peritel. Contohnya adalah toko perkulakan Costco, perusahaan obat CVS Pharmacy, dan restoran Chuck E. Cheese's. “Costco menganggap tak perlulah senjata api dibawa ke dalam toko, kecuali dia adalah penegak hukum,” kata perusahaan itu.
Tapi peritel lain memilih ikut aturan daerah saja. Contohnya McDonald, Dunkin Brands, dan Wal-Mart Stores. Mereka mengizinkan sepanjang memang berada di daerah yang memberikan izin, meski terpaksa berhadapan dengan konsumen yang protes.
"Memang sering ada komplain, khususnya dari anak-anak yang ketakutan,” kata Travis Doster, juru bicara perusahaan restoran steak Texas Roadhouse.
Sedangkan juru bicara Wal-Mart Stores mengatakan, mereka memang mengizinkan sepanjang aturan daerah begitu. Tapi karyawan toko bisa meminta manager menegur konsumen yang membawa senjata api kalau membikin karyawan toko tak nyaman. “Dan ada kasus manager telah memerintahkan konsumen untuk meninggalkan senjata apinya di dalam mobil,” kata sang juru bicara.
(DES/DES)











































