"Secara lisan dan telah bertemu beberapa kali dengan pihak Adhi Karya, jika sepakat akan membeli tiang-tiang tersebut," ucap Direktur Utama PT Jakarta Monorail John Aryananda ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Selasa (22/10/2013).
Namun masih menjadi berdebatan berapa harga tiang-tiang monorel yang harus tebus oleh Jakarta Monorel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian dari Rp 193 miliar tersebut ada stasiun monorel yang harganya Rp 25 miliar, mana stasiunnya? Nggak ada," ungkapnya.
Apalagi dari 90 tiang tersebut tidak akan dipakai seluruhnya, karena tidak sesuai dengan desain yang baru.
"Ada beberapa tiang yang memang tidak dipakai nantinya karena tidak sesuai dengan desain, ada pula dari 90 tiang tersebut belum terbangun sempurna dan masih setengah bahkan baru lobang doang," ucapnya.
Solusi untuk menentukan bersama berapa harga tiang-tiang tersebut adalah dengan menunjuk badan audit independen.
"Namun belum tentu keduanya bersepakat menunjuk badan independen. Paling bisa digunakan dasar kemungkinan dari hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) yang telah menentukan nilai tiang tersebut Rp 135 miliar," katanya.
John menambahkan pihaknya sangat siap untuk menebus harga tiang-tiang monorel tersebut.
"Kami siap, kapanpun kami siap membayar Rp 135 miliar sesuai audit BPKP, yang jelas dasar hukumnya adalah jual-beli bukan utang," tutupnya.
(rrd/ang)











































