Meskipun Ada Monorel, Jakarta Masih Tetap Akan Macet

Meskipun Ada Monorel, Jakarta Masih Tetap Akan Macet

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 22 Okt 2013 17:22 WIB
Meskipun Ada Monorel, Jakarta Masih Tetap Akan Macet
Jakarta - Jakarta Eco Transport (JET) tahap I ditargetkan selesai pada 2016 dan dapat mengangkut 47.000 penumpang/jam. Namun monorel ini bukan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta yang sudah kronis.

"Monorel ini dibangun tujuannya bukan untuk mengatasi kemacetan di ibu kota Jakarta yang sudah kronis ini. Monorel ini hanya membantu mengurangi kemacetan," ucap Komisaris Utama PT Jakarta Monorail (JM) Edward Soeryadjaya ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Selasa (22/10/2013).

Edward mengakui bahwa dengan adanya monorel di Jakarta dapat menarik ribuan kendaraan yang hilir mudik di jalanan ibu kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan ada 200 kereta, 1 kereta ada 6 gerbong, dalam 1 jam dapat mengangkut 47.000 orang, dalam sehari mampu mengangkut 500.000 orang. Jakarta tidak macet lagi? Tentu tidak, masih macet. Bayangkan dalam 1 hari mobil di Jakarta bertambah 5.000 unit, sepeda motor 500.000 unit," ungkapnya.

Edward mengatakan untuk mampu mengatasi kemacetan di Jakarta kuncinya hanya satu yakni integrasi seluruh transportasi massal di Jakarta.

"Kuncinya integrasi seluruh transportasi massal di Jakarta, sekarang ini belum, contohnya sekarang ada MRT nanti ada Monorel dan sudah ada KRL, contohnya di dukuh atas ada titik pertemuan MRT, monorel dan KRL, tapi sampai saat ini ketiga-tiganya berdiri sendiri tidak terintegrasi, itu yang jadi masalah, nggak akan bisa atasi macet kalau transportasi massal seperti monorel, MRT, KRL, busway dan lainnya tidak terintegrasi satu sama lain," tutupnya.

Adhi Karya Tidak Lagi Punya Saham di Jakarta Monorail

Adhi Karya sudah tak lagi punya saham di PT Jakarta Monorail karena sudah dibeli seluruhnya oleh Ortus Infrastructure Capital Limited (Ortus) yang saat ini menjadi pemegang saham mayoritas.

"Seluruh saham Adhi Karya di Jakarta Monorail sudah dibeli seluruhnya oleh Ortus, saat ini Ortus menjadi pemegang saham mayoritas di Jakarta Monorail sebanyak 55%," ungkap Direktur Utama Jakarta Monorail John Aryananda ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Selasa (22/10/2013).

John menambahkan sedangkan 33,875% saham Jakarta Monorail dimiliki pribadi oleh pengusaha nasional Edward Soeryadjaya.

"Sedangkan 33,875% saham Jakarta Monorail dikuasai oleh Pak Edward (Komisaris Utama Jakarta Monorail) secara pribadi, sisanya 10% dikuasai pendiri Jakarta Monorail yakni ITC (PT Indonesia Transit Central), sisanya 1,125% dikuasi Omnico (Omnico Singapore PTE Limited)," ungkapnya lagi.

"Sedangkan 40% saham di Ortus (Ortus Infrastructure Capital Limited) dikuasai oleh SMRT Singapura, dan 10% saham di ITC dikuasasi oleh Ortus," katanya.

Seperti diketahui Jakarta Monorail mengelontorkan dana sebesar Rp 16 triliun untuk melanjutkan proyek pembangunan monorel Jakarta.

Jakarta Monorel akan membangun dua koridor, yakni Blue Line dan Green Line. Koridor Blue Line akan mulai proses konstruksi terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan koridor Green Line.

Koridor Blue Line mencakup rute dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang, sepanjang 14,2 kilometer. Koridor ini akan melewati sebanyak 12 stasiun.

Sementara koridor Green Line mencakup rute Casablanca menuju - Taman Rasuna-Kuningan Sentral-Setia Budi Utara- Karet-Pejompongan-Palmerah-Stasiun Madya-Plaza Senayan-GBK-SCBD-Komdak-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca. Koridor ini sepanjang 14,8 kilometer dan melewati sebanyak 15 stasiun.

Jakarta Monorail selaku perusahaan pengembang proyek monorel Jakarta menggandeng perusahaan negara asal China atau CCCC. Kerjasama keduanya menyangkut soal untuk pendanaan proyek monorel di Jakarta senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 15-16 triliun. Proyek pembangunan akan dimulai tanggal 16 Oktober 2013 dan direncanakan selesai pada Oktober 2016.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads