Ini Tahapan Pembangunan MRT dan Monorel

Penggalan Kisah Lain Monorel dan MRT (2)

Ini Tahapan Pembangunan MRT dan Monorel

- detikFinance
Rabu, 23 Okt 2013 12:13 WIB
Ini Tahapan Pembangunan MRT dan Monorel
Foto: Detikcom
Jakarta - Ricky Sihombing sudah tak sabar menunggu kehadiran moda transportasi publik yang baru, Mass Rapid Transit (MRT) dan monorel. Lelaki 35 tahun ini yakin, dengan adanya moda baru itu, banyak orang yang akan meninggalkan kendaraan pribadinya saat hendak ke kantor. Jalanan pun lebih lancar.

โ€œSaya berharap MRT bisa selesai tepat waktu, bahkan kalau bisa lebih cepat,โ€ kata Ricky yang bekerja sebagai karyawan swasta itu kemarin.

Saban pagi, Ricky mesti berakhir pukul 05.00 WIB dari rumahnya di Ciputat menuju kantornya di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, kalau tak mau terlambat. Kalau moda transportasi baru itu selesai, dia yakin tak perlu lagi berangkat bersamaan dengan ayam berkokok itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ricky dan komuter lain yang menanti-nantikan MRT dan monorel, memang harus bersabar. Pembangunan moda transportasi ini tidak berlangsung simultan, melainkan bertahap.

Pada 10 Oktober 2013, pemerintah DKI Jakarta telah meletakkan batu pertama (ground breaking) untuk proyek MRT tahap pertama. Fase ini mencakup rute Lebak Bulus-Kampung Bandan (24 km), tetapi saat ini pembangunan baru akan sebatas Lebak Bulus-Bundaran HI (15,7 km).

Untuk Lebak Bulus-Bundaran HI, sepanjang 9,2 km akan berada di atas tanah (elevated) dan sisanya di bawah tanah (subway). Jalur ini akan diisi oleh 13 stasiun. Pengerjaan proyek ini diperkirakan selesai pada 2018.

Sedangkan jalur Bundaran HI-Kampung Bandan akan menggunakan jalur subway dan diisi delapan stasiun. Jalur ini ditargetkan beroperasi pada 2020.

Kemudian tahap kedua pembangunan MRT direncanakan mencakup rute Cikarang-Balaraja. Sekarang jalur tersebut masih dalam studi kelayakan (feasibility study). Jika sesuai rencana, jalur ini bisa beroperasi paling lambat pada 2027.

MRT diproyeksikan bisa melayani masyakat mulai pukul 5 pagi sampai 12 malam. Waktu tunggu adalah setiap 5 menit untuk tahun pertama operasi dan setelah itu bisa dipersingkat menjadi 2-4 menit. MRT diperkirakan akan membawa 170-260 ribu penumpang per hari, dengan kisaran harga tiket Rp 15 ribu.

Sementara ground breaking pembangunan monorel terjadi pada 16 Oktober 2013. Jalur monorel terbagi dua: jalur hijau dan biru. Rute jalur hijau adalah Casablanca-Taman Rasuna-Kuningan Sentral-Setia Budi Utara-Karet-Pejompongan-Palmerah-Stasiun Madya-Plaza Senayan-GBK-SCBD-Komdak-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca (14,8 km). Jalur ini rencananya selesai pada 2016.

Adapun jalur biru akan mencakup Tebet-Saharjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambassador-Sudirman WTC-Menara Batavia-Dukuh Atas-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Tomang-Taman Anggrek sepanjang 14,2 km. Jalur ini diperkirakan rampung pada 2017.

Pada tahap permulaan, monorel diproyeksikan mampu mengangkut 274 ribu penumpang per hari. Namun akan ditingkatkan menjadi 35 ribu orang per jam mengingat rancangannya memadai untuk kapasitas tersebut. Tiket monorel diperkirakan sekitar Rp 10 ribu.

Danang Parikesit, Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, menilai MRT dan monorel memang moda yang dibutuhkan warga Jakarta. โ€œKita membutuhkan transportasi massal, yang mampu mengangkut penumpang 150-200 ribu per hari. MRT dan monorel sudah memenuhi kriteria tersebut,โ€ katanya.

(DES/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads