Subsidi BBM dan Elpiji 2014 Capai Rp 210,9 Triliun

Subsidi BBM dan Elpiji 2014 Capai Rp 210,9 Triliun

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 23 Okt 2013 21:21 WIB
Subsidi BBM dan Elpiji 2014 Capai Rp 210,9 Triliun
Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI menyetujui nilai anggaran belanja pemerintah dalam RAPBN 2014 sebesar Rp 1.842,45 triliun.

Dari alokasi tersebut anggaran terbesar adalah untuk subsidi energi sebesar Rp 282,1 triliun atau sekitar 15,3% dari total belanja. Sementara itu khusus untuk subsidi BBM dan elpiji mencapai Rp 210,9 triliun atau 11,4% dari total belanja.

"Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah 2014 ini telah disetujui,"kata Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belanja pemerintah terdiri atas belanja pemerintah pusat yang sebesar Rp 1.249,9 triliun dan belanja transfer ke daerah sebesar Rp 592,5 triliun. Sementara, anggaran subsidi energi terdiri atas belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan elpiji sebesar Rp 210,9 triliun dan subsidi Listrik Rp 71,3 triliun.

Sementara pendapatan negara disepakati Rp 1.667,14 triliun. Pendapatan perpajakan Rp 1.280,3 triliun dan bukan pajak Rp 370,7 triliun. Rasio pajak 12,35% atau lebih tinggi dari APBN Perubahan 2013 yang sebesar 12,21%. Kemudian defisit anggaran sebesar 1,69% atau Rp 175,3 triliun.

Selain itu juga disepakati asumsi dasar makro ekonomi. Berikut kesepakatannya:



  • Pertumbuhan ekonomi 6%
  • Inflasi 5,5%
  • Nilai Tukar Rupiah (NTR) 10.500/US$
  • SPN 3 Bulan 5,5%
  • Indonesian Crude Price (ICP) US$106/barel
  • Lifting minyak dan gas bumi (migas) 2,1 juta barel per hari (bph)
  1. Lifting minyak 870 ribu bph
  2. Lifting Gas 1,24 juta bph setara minyak

Rapat ini juga dihadiri oleh jajaran pemerintah, yaitu Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alishjabana. Kemudian Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

(mkj/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads