Perwakilan Buruh Absen dalam Rapat Penetapan UMP DKI Jakarta 2014

Perwakilan Buruh Absen dalam Rapat Penetapan UMP DKI Jakarta 2014

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 30 Okt 2013 11:22 WIB
Perwakilan Buruh Absen dalam Rapat Penetapan UMP DKI Jakarta 2014
Jakarta - Para perwakilan serikat buruh belum nampak hadir dalam rapat Dewan Pengupahan DKI Jakarta untuk menetapkan Upah Minimim Provinsi (UMP) 2014, siang ini. Hingga rapat berlangsung 50 menit para perwakilan buruh belum hadir, rapat dimulai pukul 10.30 WIB berlangsung tertutup di Balaikota, Jakarta Pusat.

Rapat yang berlangsung tertutup ini dipimpin oleh Kadisnaker DKI Jakarta Priyono. Para perwakilan pengusaha seperti 5 perwakilan Apindo dan 1 orang perwakilan Kadin ikut dalam rapat. Sedangkan 5 orang perwakilan buruh belum nampak.

"Perwakilan buruh sampai saat ini belum masuk ke dalam rapat, baru perwakilan Apindo dan Kadin, termasuk BPS (Badan Pusat Statistik)," kata petugas keamanan Balaikota Jakarta, Ngatiyo kepada detikFinance, Rabu (30/10/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan seharusnya ada 5 perwakilan buruh yang hadir dalam rapat ini.

Daftar perwakilan buruh yang tak hadir antaralain dari perwakilan KSPSI Akhmad Jajuli, perwakilan dari ASPEK Indonesia Dedy Hartono, perwakilan dari SPN Yan Tumijan dan perwakilan dari KSPI Jimmy Rusman dan perwakilan FSP NIBA KSPSI Housni Mubaraq.

"Mereka belum masuk ke dalam rapat," katanya.

Ratusan buruh memilih melakukan aksi di luar Balaikota. Dalam orasinya mereka menyampaikan beberapa hal, antaralain:



  • Menolak keputusan dewan pengupahan DKI Jakarta yang menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2014 sebesar Rp 2.299.860 per bulan.
  • Mereka tetap menuntut kenaikan UMP 2014 sebesar 50%.
  • Mendesak penghapusan sistem outsourcing dan mememinta agar karyawan outsourcing di BUMN diangkat sebagai karyawan tetap.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads