Rapat yang berlangsung tertutup ini dipimpin oleh Kadisnaker DKI Jakarta Priyono. Para perwakilan pengusaha seperti 5 perwakilan Apindo dan 1 orang perwakilan Kadin ikut dalam rapat. Sedangkan 5 orang perwakilan buruh belum nampak.
"Perwakilan buruh sampai saat ini belum masuk ke dalam rapat, baru perwakilan Apindo dan Kadin, termasuk BPS (Badan Pusat Statistik)," kata petugas keamanan Balaikota Jakarta, Ngatiyo kepada detikFinance, Rabu (30/10/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar perwakilan buruh yang tak hadir antaralain dari perwakilan KSPSI Akhmad Jajuli, perwakilan dari ASPEK Indonesia Dedy Hartono, perwakilan dari SPN Yan Tumijan dan perwakilan dari KSPI Jimmy Rusman dan perwakilan FSP NIBA KSPSI Housni Mubaraq.
"Mereka belum masuk ke dalam rapat," katanya.
Ratusan buruh memilih melakukan aksi di luar Balaikota. Dalam orasinya mereka menyampaikan beberapa hal, antaralain:
- Menolak keputusan dewan pengupahan DKI Jakarta yang menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2014 sebesar Rp 2.299.860 per bulan.
- Mereka tetap menuntut kenaikan UMP 2014 sebesar 50%.
- Mendesak penghapusan sistem outsourcing dan mememinta agar karyawan outsourcing di BUMN diangkat sebagai karyawan tetap.










































