"Kami sudah koordinasi dengan Kapolres Jakarta Timur, akan menurunkan 500 personil dan Koramil. Kita harapkan berjalan baik," kata Kepala Humas PT JIEP Achmad Maurizal kepada detikFinance, Rabu (30/10/2013)
Maurizal mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, untuk mencegah aksi mogok buruh tak terjadi anarkis, mulai tahun ini pihaknya mengimbau kapada pengelola pabrik di JIEP tak melakukan aksi tutup pintu pabrik. Pemilik pabrik harus tetap memberikan simpati kepada para buruh dan melakukan pendekatan yang humanis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maurizal mengakui, kawasan industri JIEP yang memiliki 75.000 buruh, kerap menjadi basis berkumpulnya para buruh di Jabodetabek untuk menggalang massa. Sehingga sebaiknya para pemilik pabrik lebih terbuka dan berkomunikasi dengan para buruh yang akan turun ke jalan.
"Kami mengharapkan perusahaan mendukung, supaya memberikan izin pekerjanya. Kalau menutup pintu, justru akan terjadi insiden, kita pakai pendekatan humanis, jangan sampai menutup pagar, atau sampai memberikan surat teguran," katanya.
Menurutnya, apabila sampai terjadi aksi sweeping, maka rawan aksi anarkis. Pengalaman sebelumnya, terjadi bentrokan fisik antara keamanan pabrik dengan para buruh.
(hen/dnl)










































